Beriklan di Yunoya! Ingin kontenmu hadir di Yunoya Media?
Review Solo: A Star Wars Story

Review Solo: A Star Wars Story : Too Mediocre, But Not Too Bad

Sebelumnya, maaf review Solo: a Star Wars Story ini telat, harusnya udah bikin review-nya dari tanggal 25 kemaren, tapi gue lupa kalo filmnya udah keluar dari tanggal 24, dan baru nonton tanggal 28. Yah mohon dimaklumi, saya juga punya kehidupan dan game gatcha yang harus diurus hehe.

Apakah film yang gak terlalu diinginkan para fans ini mampu menceritakan kisah awal dari scoundrel tampan, berkarisma, tengil, dan loveable yang menjadi salah satu icon dari Star Wars saga ini? Mari disimak review dari Yunoya.id berikut!

Sinopsis

Review Solo: A Star Wars Story

Han muda adalah seoorang tikus jalanan yang ingin keluar dari kehidupan busuknya di Corellia, dan ingin menjadi seorang pilot terbaik di galaxy. Kali ini kita akan melihat bagaimana Han Solo (Alden Ehrenreich) menjadi Han Solo yang kita kenal dari original trilogy.

Usaha keras Han untuk menjadi seorang pilot terbaik di galaxy pun akhirnya mempertemukannya dengan calon co-pilot sekaligus sahabatnya yaitu Chewbacca (Joonas Suotamo). Bersama dengan Chewy, Han harus mengirimkan sebuah “barang berbahaya” ke Dryden Vos (Paul Bettany) jika tidak ingin hal buruk menimpahnya.

Tapi Han dan Chewy tidak sendirian, ada Tobias Beckett (Woody Harrelson), Khaleesi a.k.a Mother of Dragon atau yang di film ini bernama Qi’ra (Emilia Clarke), dan tentunya bromance kesayangan Han yaitu  Lando Calrissian (Donald Glover). Mampu kah Han mengarungi luasnya galaxy untuk menyelesaikan misi ini?! Apa millenim falcon melakukan kassel run kurang dari 12 parsecs atau lebih? SIAPA YANG NEMBAK DULUAN??!!!

Ganti director bikin pace bosenin

Review Solo: A Star Wars Story

Lets talk about the bad stuff first, untuk review Solo: A Star Wars Story harus gue bilang filmnya sebenernya fun, cuman pacing filmnya bosenin. Awalnya film ini disutradarai oleh Phil Lord dan Chris Miller, mereka adalah orang dibalik Lego Movie dan 21 Jump Street.

Cuman Kathleen Kennedy(President of Lucasfilm) gak suka, karna dirasa filmnya terlalu comedic dan budgetnya terlalu gede, dan gak sesuai degan Star Wars. Lalu akhirnya posisi Lord dan Miller digantikan dengan Ron Howard, and somehow Ron got all the credit.

first act dari filmnya sangat biasa dan cuman buat overshadow something big letter, entah ada masalah apa antara Lord dan Miller cut dengan Ron Howard cut tapi jelas film ini punya warna yang jelek dan banyak bagian yang terlalu gelap, bahkan karakternya kadang gak keliatan.

Salah satu masalah berikutnya adalah karakter, khusunya karakter Tobias Beckett yang diperankan Woody Harrelson. Karakter ini bertujuan sebagai mentor untuk Han, tapi keberadaan dan peran dari karakternya sendiri tidak terlalu berengaruh ke Han, dan gak ada chemistry yang kuat antar keduanya.

Masalah terbesarnya ada di Han sendiri, bukan di Alden Ehrenreich-nya, tapi di kisah tentang Han sendiri. Film ini bertujuan menceritakan kisah Han saat muda, bagaimana Han menjadi Han yang ada di original trilogy. Masalahnya Han udah menjadi Han yang kita kenal di original trilogi di film ini, dan gak ada character progression ataupun character arc yang berarti disini.

Review Solo: A Star Wars Story kita lanjut di halaman berikutnya ya
1 23»

error: Maaf ya