[dn_list no=”3″ title=”Air Terjun dan Koi”]

Dalam sejarah Jepang (dan juga Cina), dikatakan bahwa ikan Koi suka dengan tantangan (karena itu kekuatan juga disimbolkan dengan Koi), dan menaiki air terjun juga menjadi tantangan bagi mereka.

Dikatakan, jika ada ikan Koi yang berhasil menaiki air terjun, di puncak air terjun dia akan berubah menjadi naga. Familiar? Magikarp di Pokemon menggunakan konsep yang sama, maka jangan kaget jika dia berevolusi menjadi Gyarados.

Dengan bantuan ikan Koi yang ingin menaiki air terjun, Luffy dan yang lainnya akhirnya bisa naik ke puncaknya, dan sepertinya di situ lah Wano berada.

[dn_list no=”4″ title=”Komainu dan Nihonzaru”]

Saat Luffy sampai di Wano, kondisinya benar-benar seperti masuk ke dalam lukisan tradisional Jepang, termasuk bonsai yang mencirikan Jepang.

Luffy terjatuh dan pingsan tidak jauh dari Thousand Sunny, sampai seekor kepiting membangunkannya.

Ternyata Thousand Sunny sedang diserang oleh mahluk berbentuk anjing, atau babi? Namun ternyata itu adalah Komainu!

Dalam budaya Jepang, Komainu adalah anjing (atau bisa juga babi atau rubah) yang memiliki perawakan seperti singa, dan menjadi penjaga kuil Shinto.

Mungkin kemunculan Komainu sebagai mahluk besar pertama yang Luffy temui di Wano menandakan bahwa anjing ini adalah penjaga Wano? Sepertinya.

Berikutnya ada Nihonzaru. Nihonzaru adalah monyet besar dari Jepang yang sangat khas! Di sini, dia membawa Katana yang juga besar, membuat Luffy berpikir 100% bahwa ini adalah Wano.


Itulah easter egg budaya Jepang di Wano dalam One Piece 910. Bagaimana? Apakah kami melewatkan easter egg lain? Jika iya silahkan tulis di kolom komentar, ya.


Raiga

Gouf itu bukan Zaku

Kolom Komentar

error: Maaf ya
Choose A Format
Story
Formatted Text with Embeds and Visuals