Beriklan di Yunoya! Ingin kontenmu hadir di Yunoya Media?
film joker

Film Joker Dituding Pemicu Aksi Kekerasan, Warner Bros. Angkat Bicara!

Belakangan ini film Joker menuai kontroversi yang cukup serius, hingga memaksa Warner Bros. untuk angkat bicara.

Kontroversi ini bermula dari surat terbuka dari para korban aksi penembakan di bioskop Cinemark Aurora, Colorado tahun 2012, yang terjadi tepat saat penayangan The Dark Knight Rises. Dalam pernyataannya, mereka sebenarnya tak menuntut WB untuk membatalkan perilisan Joker.

Namun alih-alih, mereka meminta studio ini untuk ikut berkontribusi mencegah aksi penembakan massal, yang belakangan marak terjadi di Amerika.

Surat ini juga membandingkan karakter utama film Joker, Arthur Fleck, dengan pelaku penembakan Cinemark, James Holmes, yang membunuh 12 orang dan melukai 70 orang lainnya. Nah, bagian terakhir inilah yang bikin studio keberatan dan harus melakukan klarifikasi.

pembahasan trailer joker

Baca Juga: Terungkap, Ini Kebiasaan Buruk Aktor Joker Joaquin Phoenix Saat Syuting Filmnya

Melalui pernyataan resminya, studio memahami aksi penembakan adalah isu krusial di Amerika. Mereka juga tak lupa bersimpati pada korban dan keluarga yang dirugikan tragedi ini. Soal tudingan yang menyebut Joker film pemicu kekerasan, studio merasa asumsi ini salah kaprah.

Pasalnya, Warner Bros menegaskan karakter Joker maupun filmnya bukanlah media promosi, dari segala bentuk aksi kekerasan di dunia nyata. Mereka juga menekankan, tak ada maksud bagi film, sineas dan studio untuk mengubah Joker jadi sosok heroik, apalagi membenarkan aksi kekerasannya di film.

Menariknya, sebelum studio angkat bicara, sutradara Todd Phillips dan Joaquin Phoenix (aktor Joker) sempat menanggapi duluan unsur kekerasan di film mereka. Tak hanya keberatan, Phoenix bahkan sampai walk out dari wawancara, setelah ditanyai apakah Joker bisa memicu tindak kekerasan di dunia nyata.

Sementara Phillips lebih memilih menanggapi dengan tenang, dan menjelaskan esensi filmnya. Menurutnya, Joker menggambarkan bagaimana dampak jika seseorang kekurangan cinta dan kasih sayang, serta memiliki trauma masa kecil. Pesan moral inilah yang diyakini Phillips bisa ditangkap penonton film Joker.

joaquin phoenix main joker

Baca Juga: Sutradara Film Joker Tutup Kemungkinan Film Joker Phoenix vs Batman Pattinson

Seperti yang kita tahu, Joker adalah villain psikopat dan anarkis yang tak segan merenggut nyawa banyak orang. Kecuali ditonton dengan pemikiran bijak, Joker (dan film pembunuh berantai lainnya) memang sangat berpotensi menimbulkan kontroversi, dan parahnya, bisa menginspirasi seseorang untuk meniru perbuatan sang karakter.

Karena konten filmnya yang cukup gelap dan provokatif, wajar bila Joker dilabeli rating R, yang ditujukan khusus untuk penonton 17 tahun ke atas. Oleh sebab itu, alangkah baiknya jika kita tak mengajak anak di bawah umur saat menontonnya.

Rencananya Joker akan dirilis 4 Oktober 2019.

 “Salah satu kegunaan storytelling adalah untuk menjadi bahan diskusi seputar isu yang kompleks. Jangan salah paham. Karakter Joker maupun filmnya bukanlah endorsement dari segala bentuk kekerasan di dunia nyata. Baik filmnya, sineas ataupun studio sama sekali tak bermaksud menjadikan karakter ini (Joker) pahlawan,”ujar Warner Bros menanggapi kontroversi film Joker. (Sumber: Variety)


Ingin tahu informasi tentang Pop Culture dan Lifestyle lainnya? Cek terus Yunoya Media dan like fanpage Facebook Yunoya Media di sini, ya!

Nova
Penyuka karakter antihero, dunia futuristik dan musik Taylor Swift.
error: Maaf ya