Beriklan di Yunoya! Ingin kontenmu hadir di Yunoya Media?
sonic the hedgehog

Analisa 3 Kelebihan dan 2 Kekurangan Film Sonic the Hedgehog (2020)

Setelah menonton filmnya beberapa waktu lalu, Yunoya Media akhirnya siap membawakan review Sonic the Hedgehog.

Diadaptasi dari franchise video game Sega, Sonic the Hedgehog hadir dengan memadukan unsur live-action dan CGI. Film produksi Paramount ini pun tergolong cukup sukses secara finansial, dengan menorehkan pendapatan $306 juta dan menjadi film adaptasi game terlaris di Amerika Serikat.

Lantas bagaimana dengan kualitas filmnya sendiri? Apakah ia termasuk golongan film adaptasi game yang payah, atau lebih bagus seperti Detective Pikachu? Untuk mengetahui jawabannya, yuk kita simak analisa kelebihan dan kekurangan Sonic the Hedgehog!

1. Aksi Memukau dan Ekspresi Menggemaskan Sonic

pembahasan trailer Sonic the Hedgehog

Berbekal kecepatan supernya, Sonic dengan mudah bikin kita terpukau di setiap aksinya saat berlari secepat kilat. Sebut saja pada momen ia bermain tenis meja hingga baseball, yang karena saking cepatnya Sonic, ia sampai bisa menjadikan dirinya sendiri sebagai lawan pertandingan.

Yang tak kalah keren, kecepatan Sonic juga dapat menghentikan waktu di sekitarnya. Ini bisa dilihat dari adegan perkelahian di bar (yang mirip adegan Quicksilver di X-Men: Days of Future Past), ditambah lagi saat ia membelokkan arah rudal yang diluncurkan drone milik Dr. Robotnik. Oh ya, adegan pertarungan klimaks ketika Sonic mengamuk dan menyerang pesawat Robotnik secara bertubi-tubi, itu juga benar-benar keren dan badass.

Disamping aksinya yang mengagumkan, daya tarik Sonic lainnya adalah ekspresinya yang menggemaskan, baik itu saat santai, serius, marah ataupun sedih. Semua ini membuat Sonic jadi karakter yang mudah disukai.

2. Persahabatan Sonic dan Tom yang Menyentuh

Pertemuan Sonic dan Tom mungkin tidak berawal dengan baik, karena mereka lebih sering terlibat adu mulut karena perbedaan pola pikir. Namun seiring berjalannya waktu, keduanya menjadi semakin akrab setelah hangout bareng dan bekerja sama menghadapi Robotnik.

Menariknya, hubungan Sonic dan Tom juga mengalami pasang surut layaknya persahabatan pada umumnya. Hal ini tentunya membuat hubungan mereka semakin dalam dan emosional. Selain itu, hubungan ini juga sukses bikin filmnya menyentuh, terutama ketika Sonic merasa bahagia karena akhirnya bisa menemukan teman sejati setelah kesepian sejak kecil.

3. Villain Hiperaktif yang Mencuri Perhatian

Performa Jim Carrie dalam menghidupkan Dr. Robotnik juga menjadi kelebihan lainnya dari film ini. Tak hanya sukses menampilkan mimik wajah psikopat jenius, Carrey juga berhasil menggambarkan sisi hiperaktif seorang Robotnik. Lihat saja bagaimana ia berbicara sambil menggerakkan tangannya kesana kemari, atau berjoget sambil menunggu hasil analisa bulu Sonic di laboratorium.

Di satu sisi, akting Carrey sebagai Robotnik mungkin terlihat lebay. Namun sisi lain, justru karena itulah penampilannya jadi mencuri perhatian, bahkan juga mengundang tawa di sejumlah adegan. Uniknya, penampilan Carrie seperti perpaduan aktingnya di Ace Ventura dan The Mask. Kalau kamu suka dengan kedua film komedi tersebut, maka itu akan jadi nilai plus tersendiri buat film Sonic.


Sonic the Hedgehog pastinya juga luput dari kekurangan. Lalu apa sih yang menjadi kelemahan film ini? Simak ulasannya di halaman kedua, guys!

1 2»
error: Maaf ya