0

Guru-Guru Gokil yang direncanakan tayang pada pertengahan tahun ini, harus tertunda karena wabah covid 19 yang tak kunjung selesai. Namun demikian, studio tetap memberikan hiburan pada masyarakat yang telah menantinya. Film ini pun mulai tayang di Netflix sejak 17 Agustus 2020 kemarin.

Setelah akhir-akhir ini menyuguhkan beberapa film kisah cinta anak muda, BASE Entertainment memberikan warna baru bagi masyarakat Indonesia. Sebuah kisah tentang kehidupan guru-guru sekolah desa yang penuh jenaka. Seperti apa sih ceritanya? Simak ulasan lengkap dari Yunoya berikut ini ya!

1. Sinopsis

Guru-guru gokil

Taat Pribadi (Gading Marten) mencoba peruntungan dengan merantau ke kota, ia memutuskan untuk meninggalkan kampung halaman dan sang ayah untuk mendapatkan kehidupan yang lebih layak. Namun sayangnya, keberuntungan tak berpihak padanya.

Baca Juga  Amazon akan Membuat Serial The Promised Neverland Live-Action!

Kenyataan yang ada, memaksa Taat harus kembali pulang ke rumah dan mencari pekerjaan disana. Secara tidak sengaja ia melihat sebuah Agen pencari tenaga kerja, dan tertarik untuk meminta bantuan. Sang pemilik menjanjikan akan membantunya bekerja jika ia memiliki uang yang cukup.

Takdir berkata lain, meskipun kenyataan ia amat sangat membenci pekerjaan sebagai guru nyatanya ia terpaksa harus menjadi guru di SMA Gunung Asri tempat sang ayah bekerja. Disanalah ia menemukan banyak hal baru yang tak ia ketahui sebelumnya.

Keadaan sekolah yang sebelumnya baik-baik saja menjadi kacau balau setelah seluruh uang gaji para guru dirampok oleh dua orang yang tak dikenal. Taat akhirnya meminta bantuan Pak Manul (Boris Bokir) untuk mengambil kembali uang tersebut. Dan semua cerita geng guru gokil itu dimulai.

Baca Juga  Ini 5 Rekomendasi Film Karya Ernest Prakasa yang Wajib Kamu Tonton!

2. Komedi yang Segar

Guru-guru gokil

Meskipun Gading Marten bukanlah seorang stand up comedian, namun leluconnya benar-benar terlihat asli dan tidak dipaksakan. Sehingga lelucon itu bisa sampai pada penonton. Namun itu tidak akan terjadi jika tanpa kehadiran Boris Bokir, seorang guru kaku yang selalu membantu Taat.

Kenapa ini menjadi komedi yang segar? Karena tidak ada yang dipaksakan. Hal-hal yang lucu itu adalah dialog-dialog yang memang keluar dalam percakapan mereka. Ditambah dengan karakter mereka yang mendukung, seperti Boris yang kaku dengan logat bataknya, atau Dian Sastro dengan karakter lemotnya.


Jangan stop dulu membaca dulu, guys. Masih ada hal menarik yang harus kamu tentang film ini. Cek halaman kedua ya!


Like it? Share with your friends!

0
AlyaSuwandi

error: Maaf ya
Choose A Format
Format Berita
Beritakan informasi Pop Culture dan Lifestyle terkini di sini!