Beriklan di Yunoya! Ingin kontenmu hadir di Yunoya Media?

5 Rekomendasi Film Netflix Indonesia yang Menunjukan Budaya Daerah

Film bertema romansa dan horor memang tidak akan pernah berhenti dan hilang, dua genre ini memang akan terus berkembang di Indonesia dan tentu saja rekomendasi film Netflix bertemakan Indonesia ini hadir.

Untuk kamu yang mungkin butuh, Yunoya akan berikan 4 rekomendasi film Netflix yang berbicara tentang keindahan alam dan budaya daerah yang wajib untuk kamu tonton.

Simak tulisannya berikut ini ya!

Cahaya dari Timur: Beta Maluku

Rekomendasi Film Netflix

Film yang disutradarai oleh Angga Dwimas Sasongko dan diproduseri oleh Gleen Fredly ini menjadi salah satu film Indonesia yang berbicara tentang kebudayaan daerah Indonesia. Film ini diangkat berdasarkan kisah nyata, dan pendekatan sosial budaya dan akurasi fakta menjadi elemen yang penting dalam film ini.

Karena mengangkat tentang kebudayaan, Angga Dwimas dan Gleen Fredly memutuskan untuk menggunakan bahasa Maluku sebagai dialog utama dalam keseluruhan film. Untuk pemeran dalam film ini pun dipilih aktor-aktor muda berbakat asli dari Maluku untuk peran permain sepak bola anak-anak.

Cahaya dari timur ini bercerita tentang kisah Sani (Chicco Jerikho) yang ingin menyelematkan anak-anak di kampungnya dari konflik agama yang terjadi di Ambon melalui sepakbola. Sani ditugaskan untuk membawa tim anak-anak untuk mewakili Maluku di Kejuaraan Nasional. Sayangnya menyatukan mereka yang berbeda agama malah menyebabkan banyak masalah bagi tim, ditambah dengan keinginan Sani untuk kembali pulang.

Baca Juga  Video Viral Ini Tunjukkan Kemiripan The Batman dan Seven!

Film yang rilis tahun 2014 lalu ini diperankan oleh Chicco Jerikho, Shafira Umm dan Abdurrahman arif. Gleen Fredly sebagai putra daerah asli Maluku pun ikut berperan dalam film ini.

Sokola Rimba

Rekomendasi Film Netflix

Sokola Rima adalah film drama Indonesia karya Riri Riza, yang juga diproduseri oleh Mira Lesmana. Film ini rilis pada November 2013 lalu, dengan mengangkat kisah nyata dari seorang wanita bernama Butet Manurung yang tinggal bersama suku anak dalam di hulu sungai markekal, bukit Duabelas.

Film ini bercerita tentang Butet Manurung (Prisia Nasution) yang bekerja sebuah lembaga konservasi di wilayah Jambi. Setelah bekerja selama tiga tahun, ia akhirnya memutuskan untuk tinggal bersama anak-anak asli suku dalam mengajarkan baca tulis dan berhitung.

Baca Juga  Review Film Sputnik (2020): Teror Alien dari Uni Soviet!

Suatu hari Butet terkena demam malaria di tengah hutan, dan seorang anak bernama Nyungsang Bungo yang berasal dari hilir sungai markekal datang menyelamatkannya. Dari pertemuannya di tengah hutan itulah Butet mengetahui bahwa Bungo sengaja mendatanginnya karena ingin belajar membaca.

Bungo yang rela menempuh perjalanan hingga 7 jam hanya untuk menemui Butet membuat ia sadar bahwa Bungo memiliki keinginan yang keras untuk belajar, sayangnya Butet tidak dapat melakukan itu karena larangan dari kepala sukunya.

Film ini diperankan oleh Prisia Nasution, Rukman Rosadi, Nadhira Suryadi dan Nyungsang Bungo. Sokola Rimba ini juga mendapatkan penghargaan sebagai film terbaik Piala Maya tahun 2013.


Masih ada film seru lainnya yang akan Yunoya bahas, jadi jangan stop membaca. Cek halaman kedua ya!

1 23»

error: Maaf ya