Beriklan di Yunoya! Ingin kontenmu hadir di Yunoya Media?

Review Pelukis Hantu: Film Arie Kriting yang Khas Ala Komika

Para stand up comedian tidak berhenti berkarya hanya sebatas melucu di atas panggung, kini banyak dari mereka yang melanjutkan karyanya melalui media lain salah satunya film.

Setelah Raditya Dika, mulai bermunculan para komika yang juga terjun ke dunia perfilman, termasuk Arie Kriting seorang komika  berdarah timur ini memulai debutnya menjadi sutradara dalam film berjudul ‘’Pelukis Hantu”.

Seperti apa film horor ala komika satu ini? Simak tulisannya di yunoya berikut ini!

Sinopsis

Pelukis Hantu

Tutur (Ge pamungkas) adalah seorang pelukis lepas yang menjual karya-karyanya melalui Pak Soleh (Soleh solihun), disebuah pameran. Setelah terjadi kesalahpahaman, Tutur akhirnya berhenti bekerja dengan Pak soleh. Udin (Abdur arsyad) yang menjadi seorang Office boy di sebuah stasiun televise swasta, menawarkan pekerjaan aneh untuk Tutur, seorang Pelukis Hantu.

Baca Juga  Jadwal 8 Film Indonesia Seru yang Akan Tayang di Netflix! (September 2020)

Sialnya, meskipun di awal acara ini hanya sebagai hiburan semata ternyata Tutur malah benar-benar melihat hal mistis. Ia melihat sesosok wanita berambut panjang, di sebuah ruang kosong. Setelah kejadian itu, acara tv Tutur mengalami kenaikan. Rating terus naik karena banyak penonton yang tertarik dengan hal ghaib.

Sampai akhirnya, Tutur, Udin dan Amanda (Michelle Zuidith) seorang penulis yang baru ditemuinya menemukan hal yang mengejutkan mengenai sosok perempuaan yang selama ini dilihat oleh Tutur. Proses pencarian sosok tersebut sebenarnya singkat, sayangnya keegoisan Tutur menyebabkan suatu masalah. Bisakah Tutur, Udin dan Amanda menyelesaikannya?

Baca Juga  7 Fakta Menarik The Boys, Homelander Ternyata Punya Kekuatan Tersembunyi!

Alur Cerita yang Amat singkat

Pelukis Hantu

Semuanya masih berjalan baik sampai akhirnya Tutur tiba-tiba bisa melihat sesosok hantu. Kemudian proses pencarian asal-usulnya, lalu solusi akhirnya terasa begitu cepat. Meskipun terjadi konflik karena keegoisan Tutur, namun hal itu juga berjalan terasa begitu cepat.

Bagaimana ia bertemu sesosok hantu, kemudian mengetahui asal-usulnya, dan menemukan solusinya. Mungkin hal ini dimaksudkan untuk memberikan kesan cerita yang padat dan tidak bertele-tele, dengan tidak memberikan jabaran panjang tentang latar belakang dari ‘sosok hantu’ tersebut.


Setelah ini masih ada pembahasan menarik, jadi jangan stop membaca yaa guys!!

1 2»

error: Maaf ya