Hoarding Disorder: Sebuah Gangguan Gemar Mengumpulkan Banyak Barang


Di masa karantina, muncul sebuah tren bernama Hoarding Disorder, lalu sebenarnya apa itu Hoarding Disorder? Hoarding Disorder merupakan salah satu gangguan, dimana seseorang gemar mengumpulkan banyak barang di sekitarnya—terlepas barang tersebut tidak memiliki fungsi, hingga menjadi tumpukan sampah.

Melalui catatan American Psychiatric Association, sekiranya sebanyak 2 dari 6 persen orang yang ada di dunia ini, mengalami gangguan Hoarding Disorder. Umumnya, Hoarding Disorder lebih banyak diderita oleh para laki-laki dari pada perempuan, dengan rentan usia 55 hingga 94 tahun.

Mayo Clinic pernah menjelaskan, bahwasanya gangguan ini mulanya disebabkan oleh gen, lalu berlanjut ke masalah fungsi otak, hingga stres. Gangguan ini, terbilang cukup serius, karena penderita Hoarding Disorder seringkali merasa depresi, gangguan kecemasan, hingga Attention Deficit Hyperactivity Disorder (ADHD).

Baca Juga  Foodypedia #06: Kenali 5 Jenis Pasta Sebelum Memasak!

Gejala penderita Hoarding Disorder

Hingga saat ini belum ada cara efektif untuk mengurangi jumlah penderita gangguan Hoarding Disorder. Namun, sekiranya Anda sudah harus menghubungi dokter, jika Anda merasa membeli barang apapun yang sebenarnya tidak dibutuhkan.

Indikator selanjutnya adalah, Anda merasa kesulitan untuk memilah dan membuang barang yang dimiliki, meski barang tersebut tidak digunakan. Umumnya, penderita Hoarding Disorder melakukan ini karena mereka percaya, bahwasanya barang tersebut memiliki keterikatan emosional yang penting; mengingatkan moment bahagia di masa lalu, misalnya.

Kemudian, adanya rasa yang sangat perlu untuk menyimpan barang-barang tersebut, dan Anda akan merasa jengkel jika ada hasrat untuk membuanng barang tersebut. Karena penderita Hoarding Disorder sangatlah tidak menyukai jika barang-barang mereka dibuang begitu saja, karena mereka percaya jika barang tersebut akan sangant bermanfaat jika digunakan di masa yang akan datang.

Baca Juga  6 Gaya Pacaran Zodiak untuk Mengenal si Dia Lebih Dalam (Part 1)

Terakhir, Anda cenderung memiliki keraguan, perfeksionis, suka menunda dan menghindar, serta tidak menyukai apapun hal yang terencana dan juga terorganisir. Hal ini terjadi karena penderita Hoarding Disorder mereka akan merasa lebih aman dan nyaman, ketika dikelilingi barang-barang tersebut.

Jadi bagaimana? Sudah lebih tahu tentang apa itu Hoarding Disorder serta gejala dan kelainan ini?


Ingin tahu informasi tentang Pop Culture dan Lifestyle lainnya? Cek terus Yunoya Media dan like fanpage Facebook Yunoya Media di sini, ya!


Audy

Kolom Komentar

error: Maaf ya
Choose A Format
Story
Formatted Text with Embeds and Visuals