Otak menggunakan lebih banyak energi ketimbang organ tubuh lain di dalam tubuh, dan glukosa merupakan bahan bakar utamanya. Namun, mengonsumsi gula dalam intensitas tinggi memiliki dampak buruk terhadap kesehatan otak.

Konsumsi gula dengan jumlah banyak dapat mempengaruhi keterampilan kognitif dan pengendalian diri pada tubuh manusia. Gula memiliki efek seperti obat—yang menstimulasi bagian reward system pada otak.

Merujuk ke penelitian dirilis oleh The Journal Of Nutrition, nutrisi seperti lemak dan gula pada normalnya, menghasilkan efek yang berbeda pada kondisi psikolgis, otak, dan perilaku. Akan tetapi, nutrisi ini berbagi jalur yang sama pada saraf tertentu.

Ketika nutrisi-nutrisi ini dikonsumsi pada skala besar, efek yang ditimbulkan yaitu perilisan mesolimbic dopamine yang berlebihan, dan menyebabkan perubahan kompensasi yang sebanding dengan efek penyalahgunaan obat-obatan. 

1. Apa saja dampak buruk disebabkan oleh gula terhadap otak?

Efek Mengkonsumsi Gula
freepik.com/@wayhomestudio

Sebuah studi di The American Journal of Clinical Nutrition menggunakan indeks glikemik (GI)—suatu ukuran bagaimana makanan tertentu diubah menjadi gula dalam tubuh—menemukan bahwa makanan dengan kandungan glikemik tinggi menimbulkan aktivitias otak lebih besar, termasuk pada perilaku, keinginan, serta penghargaan terhadap makanan. 

Makanan yang menyebabkan peningkatan glukosa dalam darah menjadi lebih tinggi menghasilkan dorongan adiktif lebih besar terhadap otak. 

Kandungan glikemik tinggi juga dapat memicu bagian otak untuk merasa lapar lebih intens, ketimbang makanan dengan kandungan glikemik rendah.

Rilisan studi pada PLOS ONE juga menyebutkan bahwasanya mengonsumsi makanan manis memiliki efek adiktif lebih besar ketimbang mengonsumsi kokain. 

Meski dilakukan pada hewan, peneliti menemukan bahwa rasa manis memberikan efek lebih besar daripada saat mengkonsumsi kokain. Atau, lebih buruk lagi, bahkan pada individu yang peka akan candu dari obat-obatan.

2. Dampak gula terhadap memori pada otak

dampak buruk Gula
freepik.com/@stockking

Secara keseluruhan, mengonsumsi gula secara berlebih menimbulkan efek berbahaya pada tubuh. Sebagai contoh, peningkatan kadar glukosa di dalam darah bisa berbahaya bagi otak, mengakibatkan perlambatan fungsi kognitif. 

Penilitian dirilis oleh Behavioural Brain Research menemukan bahwasanya mengonsumsi gula dalam jumlah banyak menyebabkan peradangan pada otak dan mengakibatkan otak sulit untuk merekam sebuah memori. Namun, peradangan akibat gula ini bersifat sementara. 

Sebuah studi pada jurnal Appetite merilis kerusakan memori diakibatkan oleh konsumsi gula berlebih dapat dibantu dengan mengikuti diet rendah gula ataupun diet glikemik rendah. Selain itu, dengan makan makanan kaya akan asam lemak omega-3, dan mengurangi jumlah konsumsi gula dapat membantu meningkatkan memori kerja pada otak.

3. Efek gula yang berpengaruh terhadap suasana hati

dampak buruk Gula
freepik.com/@wayhomestudio

Rilisan studi pada Diabetes Care orang dengan diabetes tipe 2 dilaporkan mengalami peningkatan perasaan sedih dan cemas peningkatan gula darah. 

Salah satu studi terbesar—meneliti tentang hubungan gula dan depresi oleh Scientific Reports, diikuti oleh 23,245 partisipan, menemukan bahwa tingkat konsumsi gula lebih tinggi dikaitkan dengan indikasi depresi yang lebih besar. 

Selain itu, mereka yang mengonsumsi gulah sebesar 23%, dapat didagnosis terkena gangguan menta, ketimbang mereka yang mengkonsumsi gula lebih sedikit.

dampak buruk Gula
freepik.com/@wayhomestudio

Nah, itulah tadi beragam dampak buruk gula terhadap otak. Hindari konsumsi gula berlebihan untuk menjaga kesehatan otak kamu ya, guys!


Ingin tahu informasi tentang Pop Culture dan Lifestyle lainnya? Cek terus Yunoya Media dan like fanpage Facebook Yunoya Media di sini, ya!


Audy

Kolom Komentar

error: Maaf ya
Choose A Format
Story
Formatted Text with Embeds and Visuals