Stress terhadap pekerjaan bisa didefinisikan sebagai bentuk respons baik secara fisik maupun mental terjadi, ketika pekerjaan tidak sesuai dengan kapabilitas, atau kebutuhan dari si pekerja. Stress terhadap pekerjaan bisa membawa seseorang pada tingkat kesehatan yang buruk bahkan cedera. Tapi apakah mengeluh itu baik?

Rilisan oleh Badan Pusat Statistik (BPS) pada tahun 2014 menyebutkan bahwasanya sebanyak 11,6-17,4% dari 150 juta populasi orang dewasa di Indonesia mengalami gangguan emosional atau gangguan kesehatan jiwa berupa stres akibat pekerjaan. 

Merupakan hal wajar bagi seseorang pada saat pulang ke rumah, melepaskan frustasi karena pekerjaan kepada orang terdekatnya. Namun, banyak orang bertanya, apakah hal itu membawa lebih banyak dampak baik atau buruk.

Apakah mengeluh mengenai pekerjaan menjadi cara pelampiasan yang sehat, atau hanya membuat stres itu semakin bertambah?

Mengeluh tentang pekerjaan merupakan ide bagus

Apakah mengeluh itu baik?
Foto: theconversations

Berikut ini adalah beberapa alasan mengeluh tentang pekerjaan kepada orang terkasih merupakan ide bagus.

  • Merasa baikan untuk beberapa waktu

Mengeluh sedikit tentang rekan kerja, bos, klien, dan kesibukan harian bisa membuat seseorang menjadi lega. Hal itu akan terasa sangat melegakan ketika seseorang telah menahan perasaan dan emosi selama satu atau seminggu penuh. 

  • Merasa didukung

Memiliki seseorang sebagai pendengar keluh kesah dapat membantu menjadi lebih dekat kepada pasangan. Selain itu, secara umum hal ini membuat merasa memiliki seseorang yang peduli, dan memahami apa yang telah dilalui. 

  • Bisa membawa ke sebuah solusi

Mendiskusikan permasalah di tempat kerja bersama pasangan mampu membuat seseorang menemukan sebuah solusi, dimana tidak pernah terpikirkan sebelumnya. 

Terkadang, seseorang berkeluh kesah untuk mendapatkan simpati ataupun dukungan. Tetapi, ketika seseorang mengeluh untuk mencari sebuah solusi, jenis pertukaran ini akan membawa hasil yang nyata, dan berakibat mengalami stress lebih sedikit dalam jangka panjang. 

  • Lebih aman daripada hilang kesabaran

Banyak orang merasa akan kehilangan kesabaran ketika mereka menahan perasaan dalam jangka waktu panjang. Ini merupakan pernyataan valid. 

Tidak seorangpun ingin kehilangan kesabaran dan melakukan sesuatu hal buruk pada saat yang tidak tepat. Dengan mengeluh dan melampiaskan rasa frustasi bisa menjadi salah satu cara pragmatis untuk dilakukan. 

Mengeluh juga bisa menjadi sebuah bumerang

Apakah mengeluh itu baik?
Foto: inc magazine

Ada beberapa kelemahan dari mengeluh, dimana risikonya sebanding dengan merasa frustasi. Oleh karena itu, bukanlah hal baik untuk menjadikan mengeluh sebagai suatu kebiasaan. 

  • Mengeluh menyebarkan aura negatif

Aura negatif itu menular, sama halnya seperti perilaku altruisme. Hal ini berarti ketika seseorang mengeluh secara berlebihan, akan berdampak kepada penularan suasana hati yang buruk terhadap lingkungan sekitar. 

Oleh karena, penting untuk memberi perhatian kepada siapa dan seberapa banyak mengeluh itu diperlukan. 

  • Menstimulasi otak untuk memproduksi negativitas

Hal ini mungkin terdengar serius, namun itulah kenyataannya. Semua kebiasaan berpikir dan berperilaku bisa dengan mudah untuk diulang. 

Mengeluh tidak ada bedanya; semakin sering dilakukan, maka akan menjadi sebuah kebiasaan baru. Selain itu, akan sulit bagi seseorang untuk memikirkan hal-hal positif di antara pikiran-pikiran negatif. 

  • Bisa merusak reputasi

Seseorang akan dicap sebagai “pembawa aura negatif” atau bahkan sebagai “bukan rekan kerja ideal” karena kebiasaan mengeluh.

Sebagai imbalannya, seseorang dengan kebiasaan mengeluh malah mendapatkan banyak musuh pada lingkungan kerja. Hal ini bisa makin memperburuk pengalaman yang ada di tempat kerja.

  • Memiliki dampak buruk bagi kesehatan

Karena mengeluh menempatkan seseorang pada kerangka berpikir, dimana menyebabkan seseorang menjadi tertekan, hal ini memberikan risiko sama dengan stres kronis. 

Ketika pikiran merasa terancam—dengan cara berpikiran tentang hal negatif tentang pekerjaan, dapat memicu respons tubuh untuk seolah-olah lari dari masalah itu. Jika hal ini terjadi secara terus menerus, dampak yang ditimbulkan adalah efek negatif pada kesehatan fisik dan emosional. Jadi apakah mengeluh itu baik?

Hal yang seharusnya dilakukan

Apakah mengeluh itu baik?
Foto: independent

Terdapat beberapa hal bisa dilakukan selain mengeluh, dan lebih efektif dalam menghilangkan stres tanpa konsekuensi negatif. 

  • Mengeluhlah dalam sebuah jurnal harian

Menulis tentang apa yang dirasa dalam sebuah jurnal memiliki banyak manfaat. Menulis dalam sebuah jurnal membuat seseorang untuk memproses emosi dan berpikir lebih rasional. 

Selain itu, menulis dalam sebuah jurnal membuat seseorang lebih mudah untuk melepaskan perasaan terpendam. Menulis apa yang disyukuri dalam sebuah jurnal menciptakan kebiasaan untuk memperhatikan hal-hal positif dalam kehidupan. 

  • Mengeluh sedikit, lalu alihkan kepada hal lain

Ketika seseorang telah menjadikan mengeluh sebagai sebuah kebiasaan, akan lebih mudah untuk menyadari hal itu. Sebagai gantinya, lebih baik untuk mengalihkan emosi negatif itu kepada hal-hal lebih positif.

  • Mengeluhlah kepada orang yang tepat

Mengeluh tidak sepenuhnya buruk. Ketika seseorang mengeluh (dengan baik) kepada orang yang tepat, mereka bisa jadi dapat membantu untuk memperbaiki kondisi yang ada. 

  • Berlatih melakukan kebiasan penghilang stress

Terdapat banyak kebiasaan untuk menghilangkan stres, untuk mengalihkan pikiran untuk mengeluh, seperti melatih mindfulness, meditasi, yoga, latihan pernapasan, dan lain sebagainya. 


Ingin tahu informasi tentang Pop Culture dan Lifestyle lainnya? Cek terus Yunoya Media dan like fanpage Facebook Yunoya Media di sini, ya!


Audy

Kolom Komentar

error: Maaf ya
Choose A Format
Story
Formatted Text with Embeds and Visuals