0

Berkegiatan menghadapi tantangan akan menghasilkan kebiasaan baru dan sehat, dalam jangka waktu tertentu. Tantangan ini seringkali dikaitkan dengan sejumlah perilaku kesehatan, kebiasaan produktif, atau perubahan sederhana lainnya. 

Namun, apakah hal ini benar-benar bisa berhasil dilakukan? Apakah benar berkegiatan menghadapi tantangan itu bagus?

Jawabannya, ya dan tidak. Tantangan itu sendiri mungkin tidak memberikan hasil instan, namun dengan mempraktikkan kebiasaan baru setiap harinya dapat membantu mengembangkan kebiasaan yang lebih baik. 

Merupakan sebuah ilmu perubahan

Apakah Tantangan itu Baik?
Foto: inc

Membangun kebiasaan baru sebagai bagian dari hidup sehat membutuhkan waktu lama. Sebuah tantangan 30 hari dapat membantu, namun tidak cukup untuk membuat suatu perubahan yang dapat bertahan lama. 

Sebuah rilisan studi oleh European Journal of Social Psychology menghasilkan butuh waktu sekitar 18-254 hari dengan rata-rata sekitar 66 hari untuk sebuah perubahan baru bisa menjadi sebuah kebiasaan. Selain itu, melewatkan satu hari tidak menghalangi kemajuan.

Namun, semakin sulit sebuah perubahan untuk dilakukan, maka semakin sulit untuk seseorang menjadikan perubahan itu sebagai suatu bentuk kebiasaan baru.

Tahapan perubahan

Apakah Tantangan itu Baik?
Foto: inc

Sebuah perubahan terbentuk dari langkah dan tahapan kecil. Sebuah rilisan studi oleh American Journal of Health Promotion menghasilkan, terdapat 6 tahapan untuk mendapatkan perubahan perilaku kesehatan; precontemplation, contemplation, preparation, action, maintenance, and termination.

  • Pre-contemplation

Tahapan pre-contemplation telah terjadi bahkan sebelum seseorang memutuskan untuk membuat sebuah perubahan. Seseorang pada tahap ini akan merasa pasrah dengan keadaan, dan menganggap bahwa mereka tidak punya kendali atas kebiasaan yang telah terbentuk. 

Baca Juga  5 Olahraga Indoor untuk Kamu saat Stay At Home!
  • Contemplation

Kemudian terdapat tahap contemplation, ketika seseorang mulai menyadari dan paham akan potensi manfaat dari sebuah kebiasaan baru. Namun, masalah mengenai biaya yang harus keluar menjadi permasalahan paling menonjol.

Tahapan ini menimbulkan perasaan ambivalensi pada diri seseorang. Karena ketidakpastian ini, tahapan contemplation bisa berlangsung berbulan-bulan atau bahkan bertahun-tahun. 

  • Preparation 

Pada tahap preparation, seseorang secara perlahan akan mengambil tindakan kecil untuk membawa sebuah perubahan. Contohnya, jika tujuan seseorang ingin menurunkan berat badan, mereka akan mengubah pola makan mereka ke sesuatu yang rendah akan lemak.

Terdapat beberapa bisa dilakukan ketika seseorang sedang dalam tahapan ini. Pertama, kumpulkan informasi terkait bagaimana cara untuk mengubah suatu pola hidup.

Tuliskan tujuan, motivasi, bergabung ke komunitas atau kelompok dengan tujuan yang sama, konselor, atau bahkan teman untuk mendapatkan nasihat dan dorongan. 

  • Action 

Selama tahap action, seseorang mulai mengambil tindakan nyata untuk mencapai tujuannya. Biasanya, sebuah resolusi gagal karena pada tahap sebelumnya tidak memikirkan secara matang apa yang ingin dilakukan. 

Luangkan waktu secara berkala untuk meninjau motivasi, sumber daya, serta keyakinan untuk menyegarkan kembali komitmen dan kepercayaan akan kemampuan diri sendiri. 

  • Maintenance

Pada fase maintenance, seseorang mulai bisa untuk menghindari kebiasaan lama dan mempertahankan kebiasaan baru. Di tahap ini, seseorang mulai yakin bahwasanya mereka bisa melanjutkan perubahan barunya.

Baca Juga  Hubungan Sehat, Tanda Memiliki Kualitas Hidup Bahagia
  • Relapse 

Pada setiap perubahan kebiasaan, apapun itu, kondisi relapse biasa terjadi. Kuncinya adalah, seseorang tidak membiarkan kemunduran ini merusak kepercayaan diri. 

Ketika tahap relapse terjadi, solusi terbaik adalah memulai kembali dari tahapan perubahan perilaku kesehatan dari tahap preparation, action, dan maintenance.

Strategi untuk sukses

Apakah Tantangan itu Baik?
Foto: theladders

Menentukan konteks dan tetap menjaga konsistensi sangat terkait terhadap keberhasilan untuk mengubah perilaku. 

Rilisan studi oleh British Journal of Health Psychology pada tahun 2013 menunjukkan, dengan memasukkan sebuah kebiasaan baru pada rutinitas saat ini memiliki banyak manfaat. 

Menurut penulis dari studi tersebut, memasukkan rutinitas baru ditengah-tengah rutinitas yang ada dapat memiliki kemungkinan lebih besar untuk menciptakan sebuah kebiasaan baru. Lebih dari itu, bersikap positif berdampak langsung pada keberhasilan untuk membuat sebuah kebiasaan baru.


Ingin tahu informasi tentang Pop Culture dan Lifestyle lainnya? Cek terus Yunoya Media dan like fanpage Facebook Yunoya Media di sini, ya!


Like it? Share with your friends!

0
Audy

error: Maaf ya
Choose A Format
Story
Formatted Text with Embeds and Visuals
List
The Classic Internet Listicles