0

Apa itu law of attraction? The law of attraction (LoA) merupakan sebuah filosofi, dimana ketika seseorang berpikiran positif, akan mendatangkan hal positif di kehidupannya. Begitu pula ketika seseorang berpikiran negatif, aura itu akan mendatangkan hal negatif dalam kehidupan.

Hukum ini didasarkan pada keyakinan bahwa pikiran merupakan suatu bentuk energi. Meskipun demikian, law of attraction tidak memiliki dasar ilmiah, dan umumnya dipandang sebagai pseudoscience.

Lalu apa itu law of attraction? Simak penjelasannya di bawah ini, ya.

Prinsip-prinsip law of attraction

Apa itu law of attraction?
Foto: google

Hukum ini menunjukkan bahwasanya hal-hal serupa akan tertarik satu sama lain. Artinya, seseorang cenderung menarik orang yang mirip dengan dirinya—begitu pula dengan apa yang dipikirkan.

Maksud dari prinsip ini adalah, dengan menyingkirkan pikiran-pikiran negatif dari hidup memberikan ruang kepada hal-hal positif sebagai penggantinya. 

Prinsip ini didasarkan pada gagasan bahwa tidak mungkin memiliki ruang yang benar-benar kosong pada pikiran. Karena itu, penting untuk mengisi ruang kosong ini dengan hal-hal positif.

Pada dasarnya, prinsip ini menyatakan bahwa ada banyak hal bisa dilakukan untuk meningkatkan apa yang ada pada saat ini.

Meskipun pada kenyataannya momen saat ini memiliki kecacatan, hukum ini menganjurkan daripada merasa takut atau tidak bahagia, seseorang harus berfokus pada energi bagaimana cara membuat momen saat ini menjadi yang terbaik. 

Baca Juga  Indikator Kepuasan Pelanggan, Komponen Terpenting dalam Bisnis

Bagaimana mempraktikkan law of attraction?

Apa itu law of attraction?
Foto: google

Menurut law of attraction, seseorang menciptakan realitanya sendiri. Berikut ini beberapa hal yang bisa dilakukan untuk memasukkan law of attraction ke dalam kehidupan:

  • Bersyukur
  • Visualisasikan setiap tujuan
  • Lihat ke hal positif di setiap situasi
  • Belajar mengidentifikasi pikiran negatif
  • Gunakan pernyataan-pernyataan positif
  • Ubah kerangka peristiwa negatif dengan cara lebih positif

Meskipun law of attraction tidak bisa menjadi solusi untuk semua masalah hidup, hukum ini dapat membantu seseorang untuk belajar memupuk pandangan hidup yang lebih optimis dan tetap termotivasi untuk menggapai tujuan hidup. 

Apa saja dampak dari law of attraction?

Apa itu law of attraction?
Foto: powerofpositivity

Meskipun law of attraction tidak memiliki bukti ilmiah, namun banyak orang merasakan manfaat setelah menerapkan hukum ini, seperti:

  • Efek spiritual

Spiritualitas sendiri pada hakikatnya terkait ke berbagai macam sisi dalam kehidupan, termasuk kesehatan. Dengan menerapkan law of attraction, dapat membantu seseorang pada sisi kesehatan seperti berkurangnya stres, kesehatan lebih baik, depresi lebih rendah, serta kesejahteraan secara keseluruhan yang lebih baik. 

  • Kesejahteraan yang lebih baik 

Manfaat lain dari hukum ini adalah membawa dampak positif untuk kesehatan mental. Dengan berfokus pada pencapaian realitas baru, dan percaya bahwa hal itu mungkin terjadi, mendorong seseorang untuk mengambil banyak risiko, dan membuka diri terhadap peluang baru. 

Ketika seseorang percaya bahwa dirinya tidak berhak atas suatu hal baik, secara tidak langsung dia telah mensabotase kesempatan untuk mendapatkan hal itu. 

Penelitian tentang optimisme menunjukkan kalau orang optimis memiliki kesehatan lebih baik, kebahagiaan lebih besar, dan lebih banyak kesuksesan dalam hidup. 

Tips untuk melakukan law of attraction

Apa itu law of attraction?
Foto: subconsciousservant

Terdapat beberapa kegiatan untuk melatih penggunaan law of attraction dalam kehidupan:

Baca Juga  Ini 7 Cara Menenangkan Hati Gelisah yang Bisa Langsung Kamu Coba!
  • Journaling

Menulis apa yang sedang dirasa membantu seseorang untuk menyadari pola pikirannya selama ini, entah itu mengarah kepada sikap optimis maupun pesimis. Belajarlah bagaimana caranya menghilangkan pikiran negatif dan menggantinya dengan hal positif.

  • Buat sebuah mood board

Buatlah sebuah pengingat dalam bentuk visual untuk menjaga pola pikir positif, tetap termotivasi, dan fokus terhadap tujuan. 

  • Latihlah rasa penerimaan

Daripada fokus ke apa yang salah dan seharusnya bisa diubah untuk situasi masa kini, belajarlah untuk menerima itu semua. Hal ini bukan berarti mengharuskan seseorang untuk berhenti melakukan yang terbaik untuk dirinya, akan tetapi, seseorang meyakini bahwa apa yang diharapkan tidak terhambat hanya karena mengharapkan segala sesuatunya menjadi berbeda sekarang. 

  • Berlatihan bicara positif pada diri sendiri

Lakukan kegiatan berbicara mengenai hal positif pada diri sendiri setiap harinya. Seiring berjalannya waktu akan terasa kalau mempertahankan pola pikir negatif itu jauh lebih sulit ketimbang sebaliknya


Ingin tahu informasi tentang Pop Culture dan Lifestyle lainnya? Cek terus Yunoya Media dan like fanpage Facebook Yunoya Media di sini, ya!


Like it? Share with your friends!

0
Audy

error: Maaf ya
Choose A Format
Story
Formatted Text with Embeds and Visuals
List
The Classic Internet Listicles