Sebuah kabar menarik saja datang dari Daredevil. Setelah sekian lama dipegang Netflix, lisensi Daredevil akhirnya kembali ke tangan Marvel. Kini yang menjadi pertanyaan, mau dibawa kemana karakter Daredevil?

Sebagai informasi, lisensi Daredevil baru kembali ke markas Marvel beberapa hari yang lalu. Tak lama berselang, penggemar pun langsung heboh hingga menyuarakan reaksi mereka di media sosial. Salah satu reaksi yang kerap dijumpai, tak lain tuntutan agar Marvel melanjutkan cerita Daredevil yang tertinggal di Netflix.

Sebelum membahas lebih jauh, mari kita ulik sejarah serial Daredevil di Netflix. Jadi, season pertamanya meluncur pada 2015, sebelum dua season lanjutannya menyusul pada 2016 dan 2018.

Netflix sendiri menggandeng Charlie Cox sebagai pemeran karakter titel. Sedangkan ceritanya menyoroti jatuh-bangun Daredevil untuk melindungi Hell’s Kitchen. Yang menarik, di season pertama ada satu easter egg yang mengarah pada film The Avengers. Karena itu, serial Daredevil sering dikaitkan dengan Marvel Cinematic Universe, meskipun Marvel Studios belum mengkonfirmasi hal itu.

daredevil marvel

Beralih ke kualitas serial Daredevil, harus diakui Netflix memberikan pengalaman penonton yang luar biasa. Di season pertama, kita diajak mengarungi awal perjuangan Matt Murdock untuk menjadi superhero di tengah keterbatasan fisiknya.

Lalu di season berikutnya, eksistensi Daredevil diuji oleh kehadiran dua karakter antihero populer, yakni Elektra dan The Punisher. Oh ya, karakter terakhir tampil mencuri perhatian hingga dibuatkan serialnya sendiri. Sayangnya, season kedua dinilai tak sebagus yang pertama, sehingga season ketiga diharapkan jadi momentum untuk bangkit.

Dan benar saja guys, menginjak season ketiga, kualitas Daredevil langsung tancap gas dari awal hingga akhir, yang kemudian membuatnya layak disebut masterpiece. Apalagi dengan ending-nya menggantung, penggemar pun dibuat penasaran hingga permintaan season keempat mengalir deras. Namun sungguh disayangkan, ternyata season ketiga ini jadi yang terakhir dari Netflix, sehingga penggemar pun harus gigit jari.

Jadi, begitu sudah kembali dipegang Marvel, tak ayal studio diminta melanjutkan cerita Daredevil yang menggantung. Dan jika nantinya studio bersedia, karakter ini diminta tetap diperankan Cox, yang tampil gemilang di serial.

daredevil marvel

Satu hal yang lain menjadi sorotan, serial Netflix juga dibumbui adegan yang kelam dan brutal, layaknya film berating R. Dan menariknya, pendekatan dewasa ini turut memperkuat kualitas serialnya secara keseluruhan. Jadi seandainya Marvel akan melanjutkan Daredevil, belum tentu mereka akan mengusung pendekatan serupa, mengingat film dan serial Marvel maksimal di rating PG-13.

Yang tak kalah penting, Marvel bisa saja me-reboot Daredevil dengan formula mereka sendiri, agar bisa lepas bayang-bayang serial Netflix. Karena jujur saja guys, mau itu format serial atau film layar lebar, membuat sekuel season ketiga yang berkualitas masterpiece adalah tantangan yang tak main-main.

Jadi kesimpulannya, kita tunggu saja bagaimana langkah Marvel untuk Daredevil. Apapun yang terjadi nanti, dengan kemampuan Marvel yang tak perlu diragukan lagi, kita percaya Daredevil berada di tangan yang tepat.


Ingin tahu informasi tentang Pop Culture dan Lifestyle lainnya? Cek terus Yunoya Media dan like fanpage Facebook Yunoya Media di sini, ya!


Nova

Penyuka karakter antihero, dunia futuristik dan musik Taylor Swift.

Kolom Komentar

error: Maaf ya
Choose A Format
Story
Formatted Text with Embeds and Visuals