Awal Mula Pergerakan Inklusi

Banyak perusahaan pada tahun 90an masih belum mengenal inklusi dan pentingnya inklusi bagi sumber daya Indonesia. Hal ini dapat dilihat dari testimoni Blindman Jack saat ia melamar pekerjaan di sebuah perkantoran. Ia ditolak karena ia tuna netra, padahal ia sudah berusaha dan lulus S1 jurusan Ilmu Komunikasi. Karena pandangan tertutup dan kurangnya sosialisasi tentang penyandang disabilitas, banyak perusahaan tidak ingin tahu dan menutup diri.

Konon stigma negatif adalah penyebab mengapa penyandang disabilitas yang tersebar tanpa bukti yang kuat. Masyarakat umum ini sudah terbiasa dengan segregasi antara non-disabilitas dan penyandang disabilitas. Karena terbiasa dengan sistem segregasi, mereka tidak terbiasa dengan persamaan antara non-disabilitas dan penyandang disabilitas.

Perubahan Indonesia menjadi Inklusif

Membangun Indonesia

Walaupun masih banyak stigma negatif soal penyandang disabilitas, beberapa perusahaan mulai menerapkan perusahaan inklusif dengan cara menerapkan tes yang sesuai dengan penyandang disabilitas. Tentunya, pekerja disabilitas harus melalui proses seleksi yang sama dengan penyandang non-disabilitas.

Perbedaannya adalah penyandang disabilitas memiliki ujian yang berbeda dari non-disabilitas.

Proses seleksi disesuaikan dengan calon pekerja penyandang disabilitas, dan proses seleksi dilaksanakan dengan professional. Namun, masih banyak perusahaan yang memiliki test yang kurang profesional untuk menyeleksi penyandang disabilitas.

Inklusif yang efektif yaitu menerima perbedaan dan perlakuan. Sortir karyawan disabilitas juga mulai dilakukan lebih profesional, terkhususnya hal ini dicetuskan oleh Bapak Sutrisno yang sudah lama bekerja bersama para karyawan penyandang disabilitas. 

Perusahaan inklusif tidak memiliki banyak diskriminasi antar karyawan, karena sosialisasi internal perusahaan sering dilakukan agar karyawan yang lain tidak terkejut. Pembagian kerja di perusahaan inklusif disesuaikan dengan kemampuan para penyandang disabilitas.

Sedangkan Ibu Ratna dari Precious One, memiliki cara tersendiri untuk membantu para penyandang disabilitas. Hal ini dibuktikan dengan cara Precios One dalam memfasilitasi para penyandang disabilitas yang memiliki keahlian di bidang seni. Precious One umumnya menampung penyandang disabilitas yang kurang cocok bekerja di perkantoran.


Balik ke halaman ketiga untuk lanjutannya!


Josevina Gaby

Kolom Komentar

error: Maaf ya
Choose A Format
Story
Formatted Text with Embeds and Visuals