0

Beberapa orang suka memiliki rutinitas harian terstruktur. Namun, dalam waktu bersamaan ada juga yang tidak menyukai rutinitas terjadwal. Apalagi jika harus menjaga rutinitas saat stres.

Pada kondisi dengan kemungkinan terjadinya stres lebih besar, memiliki dan menjaga rutinitas harian terstruktur membantu seseorang untuk merasa lebih terorganisir dan terkontrol. 

Memiliki sebuah rutinitas memiliki banyak manfaat, terlebih ketika seseorang sedang mencoba menjaga kebiasaan sehat. Namun, rutinitas ini menjadi sangat penting ketika hidup terasa tidak pasti. 

Pada masa saat ini, COVID-19 menjadi penyebab dari perubahan rutinitas normal banyak orang, dan menyebabkan semakin sulitnya menghadapi kondisi stres yang dialami. 

Perubahan kondisi yang mendadak

Menjaga Rutinitas Saat Stress

Pada kondisi saat ini, banyak orang bekerja dari rumah ataupun dihadapkan pada kondisi pengangguran dengan jangka waktu tidak pasti. Bagi mereka yang bekerja dari rumah akan dengan cepat menemukan rasa asing dari rutinitas baru ini dan dapat membebani mental. 

Mengutip pernyataan dari Goldman, seorang psikologis dan asisten profesor klinis di NYU School of Medicine dari laman verywellmind, bahwasanya orang tanpa kegiatan rutin harian bisa meningkatkan stres dan kecemasan, perasaan lelah, rendahnya konsentrasi, dan fokus. 

Salah satu cara untuk bisa keluar dari kondisi ini adalah dengan membuat sebuah kebiasaan pada rutinitas harian dan terstruktur. 

Manfaat dari memiliki sebuah rutinitas harian

Menjaga Rutinitas Saat Stress

Sebuah penelitian dirilis oleh American Journal of Lifestyle Medicine secara konsisten menunjukkan kegiatan rutinitas terstruktur berdampak baik pada kesehatan mental. Sebagai contoh, salah satu studi pada 2011 menyebutkan rutinitas dapat membantu seseorang dalam mengelola stres dan kecemasan. 

Memiliki rutinitas harian dapat membantu seseorang dalam:

  1. Menurunkan level stres
  2. Membentuk kebiasaan baik sehari-hari
  3. Membantu dalam menjaga kesehatan
  4. Menjadi lebih produktif
  5. Menjadi lebih fokus

Beberapa hal yang bisa dilakukan untuk menjaga rutinitas harian ketika stres

Fokus kepada hal yang bisa dikontrol

Mengendalikan pola perilaku dapat membantu seseorang saat sedang dalam kondisi stres. Goldman merekomendasikan untuk terfokus kepada hal-hal yang bisa dikontrol. 

Selain itu, Goldman juga menyatakan salah satu cara terbaik untuk memulainya adalah dari hal terkecil— menentukan jadwal tidur atau bangun, makan, dan memulai aktifitas. Kuncinya adalah, menambah rutinitas yang terstruktur dan bisa diprediksi waktu pengerjaannya. 

Menjadwal kegiatan sehari-hari menjamin seseorang untuk melakukan hal-hal dasar yang dilakukan saat memulai hari—seperti bangun tepat waktu, makan dan lain sebagainya. Sehingga, dengan waktu tersisa bisa digunakan untuk hal lain.

Seseorang akan merasa lebih terorganisir dan tertata ketika memiliki rutinitas harian. Selain itu, bisa membantu untuk menjadi lebih proaktif dan terkendali dalam mengelola stres. 

Lakukan rutinitas yang mendukung kesehatan mental

Terdapat beberapa hal bisa dilakukan dan dijadikan bagian dari rutinitas harian untuk membantu mengelola level stres, seperti:

  • Tetap aktif dan berolahraga setiap harinya
  •  Istirahat cukup
  • Makan-makanan sehat dengan jadwal teratur
  • Menetapkan tujuan realistis
  • Menyiapkan diri untuk menghadapi tantangan, namun bukan ke hal yang tidak bisa dikontrol
  • Tetap berkomunikasi dengan keluarga dan teman
  • Luangkan waktu untuk melakukan hobi 

Buat daftar rutinitas harian 

Salah satu kegiatan bisa dilakukan adalah dengan membuat daftar rutinitas harian. Mulai dari jadwal makan, membersihkan rumah, dan lain sebagainya. 

Stres menyebabkan seseorang sulit untuk fokus pada satu hal. Dengan menguraikan kegiatan dalam satu hari mampu membuat seseorang menjadi lebih fokus kepada hal-hal lebih penting. 

Temukan apa yang cocok

Cari tahu, lebih efektif dengan mempunyai jadwal terstruktur atau hanya membuat daftar kegiatan di setiap harinya? 

Untuk beberapa orang, mereka merasa terbantu dengan membuat jadwal spesifik, terlebih ketika sedang di fase time blocking dan menjadi bingung dengan rutinitas sendiri.  

Goldman menyatakan bahwasanya tingkat motivasi juga menjadi penentu bagi seseorang untuk menyusun jadwal rutinitas harian. Ia juga merekomendasikan lebih baik untuk membuat jadwal tersusun dan spesifik, untuk mengerjakan hal-hal dengan prioritas berskala tinggi.

Ketika sedang tidak memiliki motivasi untuk mengerjakan suatu hal, Goldman menyarankan untuk membuat jadwal tersendiri. Karena, ketika seseorang dalam keadaan tidak termotivasi, kemungkinan penundaan pengerjaan akan lebih besar kemungkinannya. 

Semua itu membutuhkan waktu dan latihan 

Sama seperti menciptakan sebuah kebiasaan baru, memulai dan tetap konsisten pada rutinitas waktu membutuhkan waktu. Goldman merekomendasikan untuk menilai kapan seseorang merasa lebih produktif pada satu hari penuh. 

Ketika sudah menemukan celah, cari tahu apa yang bisa dilakukan untuk menjadi selalu termotivasi. Entah itu istirahat beberapa waktu, makan, dan lain sebagainya. 

Lebih dari itu, Goldman menegaskan untuk seseorang menjadi lebih fleksibel dengan jadwalnya sendiri. Karena, setiap orang mempunyai cara tersendiri dalam menghadapi kondisi stres. 

Nah itu dia cara menjaga rutinitas saat stres agar tidak menggangu keseharian. Yuk mari kita terapkan dengan lebih baik lagi.

Baca Juga  Hoarding Disorder: Sebuah Gangguan Gemar Mengumpulkan Banyak Barang

Baca Juga  Cek Fakta: Benarkah Makan Telur Rebus Bisa Cegah Corona?

Ingin tahu informasi tentang Pop Culture dan Lifestyle lainnya? Cek terus Yunoya Media dan like fanpage Facebook Yunoya Media di sini, ya!


Like it? Share with your friends!

0
Audy

error: Maaf ya
Choose A Format
Format Berita
Beritakan informasi Pop Culture dan Lifestyle terkini di sini!