0

Banyak gagasan dan wawasan berkembang dalam sejarah, dari filsuf dan psikolog mengenai konsep dari kebahagiaan. Salah satu gagasan paling populer mengenai kebahagiaan berasal dari Epicurus, seorang filosofer dari Yunani yang hidup antara 341 SM sampai dengan 271 SM yang menghadirkan filosofi epicureanism.

Epicurus setuju dengan para filsuf lain bahwa kebahagiaan merupakan tujuan akhir manusia. Namun, Epicurus memberikan saran paling berbeda dari filsuf lainnya, mengenai konsep kebahagiaan dilihat dari cara pengambilan keputusan dan perilaku. 

Banyak filsuf berpendapat dengan mengalami kesenangan dan kebahagiaan, berarti membiarkan diri untuk menikmati sesuatu secara berlebihan, Namun, Epicurus berpendapat hal itu bisa didapatkan dengan mengaplikasikan hidup secara sederhana. Lalu apa sih filosofi epicureanism itu?

Menerapkan gaya hidup epicurean untuk mendapatkan kebahagiaan

Apa Itu Epicureanism?

Untuk mendapatkan ketenangan dalam kehidupan, Epicurus mengatakan hal itu dapat dicari dengan mencari tahu bagaimana dunia bekerja dan membatasi keinginan dalam diri. Bagi Epicurus, hal itu dapat didapati dari:

  • Ilmu pengetahuan
  • Pertemanan
  • Komunitas
  • Menjalani kehidupan bajik
  • Menjalani kehidupan sederhana
  • Moderasi dalam segala hal
  • Menghindari keinginan jasmani

Istilah sederhana, sama dengan menjalani kehidupan bersahaja. Jadi, meskipun Epicurus menyarankan agar seseorang termotivasi untuk mencari kesenangan, Epicurus memiliki gagasan jauh berbeda di kehidupan sehari-hari. 

Kepercayaan Epicurus

Apa Itu Epicureanism?

Epicurus memiliki pemikiran tentang kesenangan, keinginan, gaya hidup, dan lebih banyak lagi untuk mencapai kebahagiaan. 

  • Kebahagiaan

Terdapat tiga kondisi menurut Epicurus dianggap sebagai kebahagiaan; ketenangan, kebebasan dari rasa takut (ataraxia), ketiadaan dari rasa sakit (aponia).

Kombinasi dari ketiga faktor ini dianggap mampu membuat seseorang merasakan level tertinggi dari kebahagiaan. Meskipun terdengar tidak mungkin untuk mencapai dan mempertahankan tiga hal ini, namun mereka penganut kepercayaan epicurean berusaha untuk mengalami ini dalam kehidupan. 

Terdapat satu faktor menurut Epicurus memiliki kekuatan untuk menghancurkan kesenangan, yaitu kecemasan tentang masa depan. Gagasan mengenai ketakutan apa yang akan terjadi di masa depan dapat menghalangi seseorang untuk mengalami kesenangan, ketenangan, dan kebahagiaan. 

  • Kesenangan dan kesakitan

Terdapat dua jenis kesenangan menurut Epicurus, yaitu; bergerak dan statis. Lalu, terdapat dua area untuk kesenangan dan rasa sakit, yaitu; fisik dan mental. 

Kesenangan bergerak mengacu terhadap aktifnya seseorang untuk memuaskan keinginannya. Contoh, seperti makan di saat lapar, dalam hal ini, seseorang melakukan sebuah tindakan untuk mencapai hal tersebut. 

Kesenangan statis mengacu kepada pengalaman pada saat keinginan telah terpenuhi. Contohnya, kesenangan statis adalah apa yang dirasakan setelah makan, perasaan puas setelah kenyang dan tidak merasa lapar. 

Kemudian, kesenangan dan rasa sakit fisik itu berhubungan dengan masa sekarang. Sedangkan kesenangan dan rasa sakit mental berhubungan dengan masa lalu dan masa depan. 

Sebagai contoh, memori bahagia pada masa lalu membuat seseorang menjadi senang, sedangkan memori menyakitkan pada masa lalu membuat seorang merasa sedih. Ketika membayangkan tentang masa depan, seseorang akan merasa takut atau pun berharap mengenai apa yang akan terjadi. 

  • Keinginan

Epicurus mengidentifikasi keinginan dalam bentuk tiga jenis:

  1. Keinginan alami dan diperlukan. Jenis keinginan yang mudah untuk didapatkan namun tidak mungkin dieliminasi dalam kehidupan, contohnya minuman dan makanan.
  2. Keinginan alami dan tidak diperlukan. Jenis keinginan yang sulit untuk membuat puas meskipun sudah terpenuhi, seperti barang-barang mewah, dan lain sebagainya.
  3. Keinginan kosong. Yaitu keinginan akan suatu hal tak terbatas, seperti kekuatan, status, kekayaan, dan lain sebagainya. 
  • Pertemanan

Epicurus percaya koneksi antara pertemanan mampu memberikan efek rasa nyaman. Namun ketika seseorang kurang bersosialisasi, menyebabkan isolasi, keputusasaan, dan risiko. 

Obat dari ketidakbahagiaan ala Epicurus

Apa Itu Epicureanism?

Terdapat empat bagian dari obat ketidakbahagiaan menurut Epicurus. Istilah ini dikenal sebagai “tetrapharmakos” yang berarti pengobatana empat bagian. 

  1. Good is readily attainable. Kebaikan dalam hidup itu mudah diperoleh, termasuk kebaikan yang melibatkan fisik dan batin. 
  2. Bad is readily endurable. Keburukan dalam hidup bisa ditahan/dihindari, seperti rasa takut akan suatu hal.
  3. Death no worries. Kematian itu tidak perlu dikhawatirkan, karena hal itu sudah menjadi kesatuan dalam kehidupan. 
  4. Gods present no fears. Tuhan tidak perlu ditakuti, karena menurut Epicurus, manusia berhak memutuskan bagaimana kehidupan mereka ingin berjalan. Segala sesuatu dalam kehidupan individu bergantung pada individu tersebut. 

Penerapan Filosofi Epicureanism pada kehidupan modern

Apa Itu Epicureanism?

  1. Mengaplikasikan kehidupan serba minimalis
  2. Melakukan pengelolaan keuangan pribadi
  3. Membingkai ulang pendapat/pemikiran 
  4. Temukan dan berfokus kepada hal-hal positif
  5. Menjaga perspektif yang seimbang

Ingin tahu informasi tentang Pop Culture dan Lifestyle lainnya? Cek terus Yunoya Media dan like fanpage Facebook Yunoya Media di sini, ya!

Baca Juga  Mencermati Sifat Berdasarkan Warna Favorit Kamu! (Part 2)

Like it? Share with your friends!

0
Audy

error: Maaf ya
Choose A Format
Format Berita
Beritakan informasi Pop Culture dan Lifestyle terkini di sini!