0

Beberapa sobat Yunoya mungkin ada yang belum pernah mendengar kata-kata Gaslighting atau tanda gaslighting sebelumnya. Namun, istilah gaslighting ini sudah banyak sering dipakai di dunia psikologi lho.

Nah, Yunoya ingin menjelaskan sekilas tentang 6 tanda gaslighting yang sering luput dari pengamatan orang.

Namun, sebelum Yunoya menjelaskan tentang tanda gaslighting para pembaca tentunya membutuhkan pencerahan tentang apa sih gaslighting itu. Berikut adalah penjelasan tentang Gaslighting untuk para pembaca Yunoya yang masih baru dengan istilah ini.

Arti Gaslighting

6 Tanda Gaslighting

Gaslighting adalah teknik memanipulasi seseorang dengan kompleksitas yang rumit,  menaklukkan lawan dengan cara membalikkan ucapan dan membuat lawan mempertanyakan apa yang benar dan salah. Hal ini dapat menyebabkan lawan bicara menjadi bingung dan mempertanyakan realitanya sesungguhnya.

Teknik gaslighting ini sungguh berbahaya karena membuat lawan dapat terjerat dengan rasa bersalah dan kebingungan yang tak berujung. Bahkan membuat lawan menjadi depresi dan stress. Manipulasi gaslighting seringkali disamakan dengan penyiksaan secara verbal. 

Banyak orang seringkali terjebak dengan pelaku gaslighting, baik itu dalam hubungan asmara maupun dalam lingkup pertemanan, dan keluarga. Pelaku gaslighting dapat mengontrol pikiran korban agar mereka bertindak sesuai keinginan mereka. 

Umumnya pelaku gaslighting adalah seseorang yang memiliki ego tinggi dan lebih memilih memanfaatkan orang dibandingkan mengkomunikasikan keinginan mereka. Pelaku gaslighting merencanakan segalanya dengan seksama dan penuh dengan perhitungan untuk mendapatkan apa yang mereka inginkan dengan manipulasi.

Nah, setelah mempelajari arti dari gaslighting sekarang mari kita simak 6 tanda gaslighting yang perlu kamu perhatikan!

1. Tidak Bisa Melepaskan atau Sulit Melepaskan Pelaku

6 Tanda Gaslighting

Korban mungkin menjadi tergantung dengan pelaku gaslighting, merasa bahwa pelaku gaslighting adalah orang satu-satunya yang mendukung mereka. Pelaku gaslighting memberikan penghargaan terhadap korban mereka, namun juga penyiksaan verbal yang tidak terlihat kasat mata.

Mungkin korban malah tidak merasa terkena gaslighting, hal ini karena pelaku selalu memberi hadiah yang paling diingini korban. Baik itu afeksi, hadiah material, maupun kata-kata yang mendukung mental korban. Namun, hal ini dilakukan oleh pelaku agar korban tidak mampu melepaskan mereka. Siklus inilah yang membuat korban gaslighting terjerat toxic relationship tanpa mereka sadari, dan korban merasa hal itu adalah hal yang normal akibat sering diperlakukan seperti itu oleh pelaku.

Pelaku gaslighting juga cerdik dan mengamati perilaku korban mereka dengan teliti untuk mencari kelemahan korban mereka. Dengan kelemahan yang mereka pelajari, mereka lebih mudah mengontrol korban mereka untuk mencapai apa yang mereka inginkan. 


Yuk, lihat halaman selanjutnya untuk ciri-ciri Gaslighting!


Like it? Share with your friends!

0
Josevina Gaby

error: Maaf ya
Choose A Format
Format Berita
Beritakan informasi Pop Culture dan Lifestyle terkini di sini!