0

Workaholic merupakan sebuah istilah ketika seseorang merasa candu dan terus merasa ingin bekerja. Sedangkan workaholism mengutip dari laman healthline, merupakan sebuah istilah untuk menggambarkan kondisi ketika seseorang mempunyai kebutuhan dari dalam diri untuk terus bekerja. Menjadi seorang workaholic rasanya umum di masa seperti saat ini.

Workaholism atau work addiction (kecanduan kerja) dikategorikan sebagai kondisi kesehatan mental. Sama seperti candu-candu lainnya, para pengidap workaholism tidak bisa berhenti untuk bekerja, karena mereka merasa perlu menggapai sesuatu.

Dalam prosesnya, seseorang dengan workaholism dapat memberikan dampak buruk dalam hubungan pribadinya dan menyebabkan kesehatan mental maupun fisik. Mengutip dari laman healthline, para workaholism secara umum dialami oleh perempuan atau orang-orang yang mendeskripsikan diri mereka sebagai seorang perfeksionis. 

Menurut konselor klinis profesional berlisensi, Matt Glowiak, menyebutkan bahwa pecandu kerja merupakan kondisi kompleks dimana seseorang mengembangkan kondisi psikologis, emosional, dan sosial tergantung kepada pekerjaannya. 

Hal itu dibenarkan oleh Dr. Brian Wind, seorang psikolog klinis dan kepala klinis di Journey Pure. Seorang pecandu kerja sering mengorbankan aspek kehidupannya untuk bekerja secara kompulsif. 

Selain itu, pecandu juga bekerja meskipun di waktu senggang, mengorbankan waktu tidur untuk menyelesaikan pekerjaan, dan paranoid mengenai performa pekerjaannya. 

Waktu jam kerja panjang vs pecandu kerja

Menjadi Seorang Workaholic

Menjadi seorang workaholic itu ada beberapa cirinya. Candu akan kerja berbeda dengan bekerja dengan waktu panjang, dan kadang dua hal ini sulit untuk dibedakan. 

Beberapa pekerjaan memang mengharuskan pekerjanya untuk bekerja dengan waktu panjang. Namun, hal itu tidak berarti seseorang candu akan pekerjaannya. 

Sebuah studi rilisan Harvard Business Review melakukan survei terhadap 763 pekerja. Pada studi itu menemukan bahwasanya durasi jam kerja tidak memiliki kaitan dengan isu kesehatan, sedangkan terhadap workaholism memiliki kaitan. 

Entah seseorang bekerja selama berjam-jam ataupun tidak, seseorang dengan obsesi untuk bekerja secara berlebihan dilaporkan memiliki komplain tentang kesehatan lebih tinggi. 

Selain itu, seseorang bekerja secara berlebihan meningkatan risiko pada metabolisme, bersikap lebih cynicism, merasa lelah secara emosional, memiliki masalah tidur, dan lebih memiliki perasaan depresi lebih tinggi ketimbang mereka bekerja dengan jam kerja lebih panjang namun tidak ada tendensi sebagai seorang workaholic

Kecanduan kerja bisa diatasi

Menjadi Seorang Workaholic

Pengobatan terkait kecanduan terhadap pekerjaan ini mungkin untuk diatasi, namun, seseorang harus bisa menyadari masalah yang sedang dihadapi. Seorang penulis buku dan pelatih karir, Terry McDougall menyebutkan, seorang work addiction memiliki kesulitan untuk melihat apa yang sedang terjadi pada diri mereka. 

Hal ini dikarenakan mereka begitu fokus untuk mencari validitas melalui pekerjaannya sehingga tidak bisa melihat secara jelas bahwa banyak hal harus dikorbankan karena hal itu, seperti dari segi hubungan ataupun kesehatan. 

McDougall juga menyebutkan bahwa seseorang dengan prestasi tinggi biasanya merupakan seorang work addiction, karena mereka sudah diberikan validasi selama bertahun-tahun dan hal itu sudah menjadi sebuah kebiasaan. 

Seseorang dengan kebiasaan seperti ini— berprestasi dan mendapatkan penghargaan akan hal itu— akan mengalami kesulitan untuk memahami bahwa mereka tidak akan terancam meskipun mereka melambatkan performa kerja/belajarnya. 

Sering kali seorang pecandu kerja tumbuh dalam lingkungan keluarga pecandu kerja pula. Hal ini membuat durasi jam berlebihan itu tampak normal, sehingga, menjadikan nilai tertanam sulit untuk digoyahkan. 

Workaholism juga bisa berkembang karena trauma. Sehingga dengan bekerja, bisa menjadi sebuah coping mechanism, atau cara untuk mengendalikan stres akibat trauma tersebut. 


Jika menjadi seorang workaholic, bagaimana cara mengatasi ketagihan kerja itu? Cek di halaman kedua!


Like it? Share with your friends!

0
Audy

error: Maaf ya
Choose A Format
Format Berita
Beritakan informasi Pop Culture dan Lifestyle terkini di sini!