Kesuksesan dipengaruhi oleh banyak faktor dan untuk bisa mencapai target itu, perlu dibangun kebiasaan baik. Kebiasaan baik bisa didapat dari banyak hal, salah satunya pengendalian diri (self-control). 

Pengendalian diri dari artikel rilisan jurnal Educational Psychology mendefinisikan pengendalian diri sebagai kemampuan untuk mengontrol perilaku dengan tujuan untuk terhindar dari melakukan hal-hal buruk untuk mencapai tujuan. 

Dari laman Psychology Today, pengendalian diri merupakan kemampuan untuk mengelola keinginan, emosi, dan kebiasaan untuk mencapai tujuan jangka panjang. Pengendalian diri juga menjadi salah satu perbedaan antara manusia dan binatang. 

Pengendalian diri berakar dari korteks prefrontal — perencanaan, penyelesaian masalah, serta pengambilan keputusan berpusat di otak. 

Mengutip rilisan artikel dari ScienceDirect menghasilkan secara signifikan bahwa gen berkontribusi besar dalam pembentukkan pengendalian diri sebanyak 60%. 

Untuk meningkatkan kemampuan pengendalian diri tidak mudah dilakukan. Kegiatan itu butuh kedisiplinan mental dan psikis tinggi. 

Tujuan-tujuan umum seperti menurunkan berat badan, berolahraga secara rutin, makan-makanan sehat, dan menyimpan uang menjadi beberapa cara untuk motivasi meningkatkan kemampuan pengendalian diri. 

Pentingnya pengendalian diri

Cara Meningkatkan Self Control

Entah itu tujuannya untuk menurunkan berat badan, berhenti merokok, dan alasan lainnya, banyak orang percaya bahwa, untuk mencapai tujuan hanya sekadar bagaimana menerapkan pengendalian diri di semua tindakan. 

Sebuah survei dilakukan oleh American Psychological Association dan menghasilkan orang-orang percaya, bahwa pengendalian diri itu bisa dipelajari dan diperkuat. 

Selain itu, peneliti menemukan orang dengan pengendalian diri baik terindikasi lebih sehat dan lebih bahagia. 

Studi pada Self-Regulation and Self-Control melakukan sebuah eksperimen dan menghasilkan murid dengan disiplin diri yang baik memiliki nilai lebih bagus, nilai tinggi, dan lebih berkompetitif di bidang akademik. 

Studi tersebut juga menemukan ketika itu terkait dengan kesuksesan akademik, kemampuan pengendalian diri lebih penting ketimbang skor IQ. 

Manfaat dari pengendalian diri tidak terbatas hanya pada performa di bidang akademik. Sebuah studi jangka panjang, pada laman very well mind, menemukan bahwa orang dengan level pengendalian diri tinggi di masa kanak-kanaknya juga berkelanjutan memiliki kesehatan psikis dan mental pada masa dewasanya. 

Manfaat pengendalian diri pada kesehatan

Cara Meningkatkan Self Control

Menurut seorang psikologis dan peneliti, Roy Baumeister pada laman very well mind, rendahnya tingkat pengendalian diri bukan satu-satunya faktor memengaruhi perealisasian sebuah tujuan. 

Dari rilisan sebuah studi pada Sage Journals, jika seseorang sedang berusaha untuk mencapai sebuah tujuan, terdapat tiga komponen krusial harus dilakukan:

  1. Harus memiliki tujuan jelas dan motivasi untuk berubah. Motivasi yang tidak spesifik dan terkesan umum (seperti menurunkan berat badan) dan motivasi rendah bisa mengarah ke kegagalan. Seseorang bisa mencapai target ketika memiliki tujuan jelas (menurunkan berat badan sebanyak 5 kg) dan disertai motivasi yang spesifik. 
  2. Harus memonitor setiap proses dan progres untuk mencapai tujuan. Sesederhana menentukan tujuan tidaklah cukup. Harus ada monitor secara spesifik terkait perilaku setiap hari untuk memastikan bahwa kegiatan yang dilakukan untuk mencapai target telah dilakukan.
  3. Harus ada kemauan. Mampu untuk mengontrol setiap perilaku merupakan bagian penting untuk mencapai sebuah target. Ada beberapa hal bisa dilakukan untuk memaksimalkan kemauan itu, seperti menghindari godaan, membuat perencanaan jelas, mempraktekkan pengendalian diri, fokus pada satu hal di satu waktu, dan bermeditasi.

Strategi dan Cara Meningkatkan Self Control

  • Memiliki keinginan untuk melakukan

Ketika seseorang memandang dirinya sebagai orang bebas dan memiliki tanggung jawab atas tindakan adalah dasar dari disiplin diri. 

Rilisan studi oleh Harvard University Press menunjukkan seseorang lebih mampu menghadapi stres, ketika mereka merasa memegang kendali penuh atas dirinya. 

Ketika seseorang percaya segala sesuatu hal ada di luar kendali mereka, maka hal itu akan terjadi demikian. 

  • Menetapkan tujuan

Tujuan pada dasarnya memiliki fungsi sebagai pemandu. Semakin spesifik tujuannya, maka seseorang akan lebih mampu untuk mencapainya. 

Sebagai contoh, dibandingkan dengan menetapkan tujuan sebagai “menjadi sehat”, seseorang mungkin bisa menetapkan tujuannya dengan “berjalan selama 30 setiap hari untuk menjadi sehat”. Hal ini lebih konkret dan mudah untuk dimonitor proses serta progresnya. 

Dari laman Psychology Today, tujuan efektif harus mengikuti kriteria SMART: Specific (spesifik), Measurable (terukur), Attainable (bisa dicapai), Realistic (realistis), dan Time-based (berbasis waktu). 

  • Monitor mandiri

Melakukan monitor terhadap setiap progres untuk mencapai tujuan tertentu membantu untuk bisa berkonsentrasi pada aktivitas relevan dengan tujuan. 

Monitor mandiri membantu seseorang menjadi ahli dalam setiap perilaku yang dilakukan. Dengan demikian, kebiasaan akan lebih mudah untuk diubah. 

  • Motivasi

Semakin seseorang menginginkan tujuan tertentu, semakin mereka memiliki keinginan untuk berusaha dan mengorbankan suatu hal untuk mencapai tujuan tersebut. 

Kekuatan sebuah komitmen untuk suatu hal bergantung kepada nilainya dan seberapa besar peluang nilai tersebut terjadi. Hubungan antara kedua faktor ini bersifat multiplikatif.

Artinya, tidak akan ada motivasi untuk mengejar tujuan jika nilai tujuan adalah nol, betapapun tingginya kemungkinan keberhasilannya. Demikian mula, tidak akan ada motivasi jika peluang yang diharapkan cukup rendah. 

  • Kepercayaan diri

Komponen paling penting dari motivasi adalah kemampuan dipersepsikan untuk mencapai suatu tujuan. Seseorang tidak akan membangun motivasi ketika ia percaya bahwa hal itu tidak mungkin dilakukan. 

Sebagai gantinya, ketika sedang berhadapan dengan kesulitan, seseorang akan memiliki kepercayaan diri rendah dan ragu akan kemampuannya untuk mencapai itu. 

  • Kemauan

Cara meningkatkan self control selanjutnya adalah dengan Kemauan. Kemauan menggambarkan kekuatan atau energi psikologis bagi seseorang untuk menolak semua godaan untuk mencapai tujuannya.  

  • Hindari godaan 

Hindari seluruh godaan ataupun hal penyebab tahapan untuk menuju tujuan menjadi terhambat. Seperti contoh, menjaga rumah bebas dari makanan tidak sehat tetapi menggoda. 

  • Mempraktikkan penggunaan pengendalian diri

Meskipun kendali diri berlangsung hanya dalam waktu jangka pendek, jika secara teratur menerapkan perilaku ini, seseorang secara tidak langsung akan meningkatkan kemauan itu dari waktu ke waktu. 

Sebagai contoh, anggaplah pengendalian diri itu sebagai oto. Meskipun kerja keras dapat menguras otot dalam jangka pendek, otot akan tumbuh lebih kuat seiring waktu jika sering melatihnya. 

  • Fokus pada satu tujuan di satu waktu

Menetapkan banyak tujuan sekaligus dalam satu waktu biasanya tidak efektif dan tidak efisien. Menghilangkan kemauan pada satu area bisa mengurangi pengendalian diri di bidang lain. 

Pilihan terbaik adalah dengan memilih satu tujuan tertentu dan memfokuskan energi penuh pada tujuan tersebut. 

Begitu telah berhasil mengubah perilaku diperlukan untuk mencapai tujuan menjadi kebiasaan, seseorang tidak perlu banyak mengerahkan upaya untuk mempertahankannya. 

  • Meditasi

Cara meningkatkan self control yang terakhir dari kami adalah bermidatasi. Bermeditasi bagus untuk menguatkan otot dari pengendalian diri. Mindfulness meditation menjadi salah satu opsi terbaik bagi seseorang belum pernah melakukan meditasi sebelumnya. 

Teknik meditasi ini bagus untuk memulai bagaimana cara menjadi lebih awas untuk menghindari godaan. 

Selain itu, meditasi mindfulness dapat membantu untuk memperlambat pikiran, sehingga juga membantu mengontrol dorongan dalam diri yang bisa menghalangi pengendalian diri. 


Ingin tahu informasi tentang Pop Culture dan Lifestyle lainnya? Cek terus Yunoya Media dan like fanpage Facebook Yunoya Media di sini, ya!


Audy

Kolom Komentar

error: Maaf ya
Choose A Format
Story
Formatted Text with Embeds and Visuals