Komik horror adalah barang lumrah di Indonesia, terlebih dekade 80–90-an. Komik horror Indonesia lazimnya menceritakan eksistensi makhluk tak kasat mata atau perjuangan hidup dan mati melawan para hantu. Bagaimana dengan komik Journal of Terror?

Namun jarang ada komik yang mengangkat unsur tersebut dari kisah horror penduduk dan peran seorang anak di dalamnya.

Kenalkan, Journal Of Terror Chatper 1 karya komikus kawakan Indonesia, Sweta Kartika. Beliau lebih dikenal dengan karyanya yang cukup fenomenal, Nusa V. Dan inilah review singkat Yunoya Media, selamat membaca!

Kesan Pertama

Journal Of Terror menceritakan seorang anak bernama Prana. Seorang anak yang bisa kita katakan memiliki kemampuan istimewa-lah. Gue sewaktu pertama membaca komik ini, paling utama adalah panel-panelnya yang rapi. Yap, nuansa hitam putih memang cocok untuk komik di kelas serupa. Dengan tebal buku yang cukup memuaskan disertai isinya yang berbobot.

Dalam halaman pertama kita diajak berkenalan dengan si karakter utama. Dan berlanjut hingga ke akhir halaman. Setiap bagiannya selalu memberikan ketegangan yang berbeda-beda. Prana selaku karakter utama membuat gue seakan bercermin dari pengalaman pribadi orang terdekat yang tentunya mengerikan juga.

Kesan Terseram

 

Menarik bagaimana Sweta Kartika mengajak kita bertamasya ke dunia seberang seasik ini. Cara yang disampaikan dekat dengan mitos-mitos ringan kehidupan masyarakat Indonesia yang sakti itu. Ada bagian menarik di komik ini yang ngga melulu bermain dengan rasa takut. Sering kali ada pesan moral yang disampaikan di dalamnya. Untuk yang satu ini bisa kalian jadikan pegangan dalam menjaga hati. Hahaha.  sukses menarik jiwa kita ke dalam dunia Prana yang lugu. Agaknya gue takjub bagaimana setiap sisi dari komik ini diselesaikan secara matang tanpa ada bagian menggantung.

Seperti gue bilang tadi, setiap lembar dari komik ini memiliki level seram yang berbeda-beda. Rasanya sulit untuk mengakui bahwa komik ini gagal mendatangi alam bawah sadar gue ketika tidur. Karena perlu gue akui petualang si Prana berhasil membayangi gue ketika berada di dalam kegelapan. Sial! Komik ini adalah satu komik horror terbaik yang pernah ada di dekade ini.

Dan itulah review Yunoya Media dari Journal Of Terror yang link pembeliannya bisa kalian klik di sini. Dukung terus kreator lokal dan jangan mau dihantui oleh kenangan.

Apakah kamu setuju dengan ulasan komik Journal of Terror dari kami? Berikan pendapatmu!


Ingin tahu informasi tentang Pop Culture dan Lifestyle lainnya? Cek terus Yunoya Media dan like fanpage Facebook Yunoya Media di sini, ya!


Iqbal Pradana

Kolom Komentar

error: Maaf ya
Choose A Format
Story
Formatted Text with Embeds and Visuals