Heuristik merupakan jalan pintas dan memungkinkan seseorang untuk memecahkan masalah, dan mengambil keputusan dengan waktu cepat. Heuristik terbagi menjadi tiga jenis, yaitu affect heuristic, availability heuristic, dan representative heuristic

Pada dasarnya, heuristic membantu seseorang untuk mempersingkat waktu pengambilan keputusan untuk memecahkan masalah dan membuat penilaian dengan cepat dan efisien. 

Dari laman The Decision Lab, fenomena ini secara khusus mengacu kepada bagaimana seseorang dapat mengandalkan emosi untuk membuat keputusan, dan kemungkinan untuk mencapai suatu kesimpulan dengan cepat dan tanpa usaha. 

Sebuah studi dalam jurnal European Journal of Operational Research menyebutkan bahwa pengaruh dari fenomena ini memainkan peran penting dalam pilihan dan pengambilan keputusan.

Rilisan studi unggahan Wiley Online Library mengungkapkan bahwa orang lebih cenderung melihat keputusan memiliki manfaat, dan resiko lebih rendah ketika dalam suasana baik. Sedangkan emosi negatif mengarahkan seseorang untuk terfokus kepada potensi kerugian dari pengambilan keputusan, dari keuntungan yang mungkin didapat.

Bagaimana affect heuristic bekerja

Apa itu Affect Heuristic?

Pada dasarnya, affect heuristic dapat mempengaruhi keputusan dari semua domain. Terdapat juga pembuktian bahwasanya orang-orang lebih mengandalkan affect heuristic dalam situasi dimana ada tekanan waktu cukup signifikan. 

Dari laman very well mind, perasaan seseorang mengenai kebaikan ataupun keburukan orang lain, objek, dan aktivitas tertentu memengaruhi seseorang dalam mengambil keputusan. 

Hal ini berarti ketika dibutuhkan pengambilan keputusan penting dalam waktu singkat, orang-orang akan menggunakan affect heuristic, namun dapat mengarahkan ke pengambilan sebuah keputusan tidak semestinya.

Lalu, seberapa besar perasaan memengaruhi pengambilan keputusan, dan seperti apa dampaknya di dalam kehidupan?

Para peneliti menemukan bahwa ketika seseorang dalam keadaan suasana hati positif, mereka cenderung menganggap sesuatu aktivitas memiliki manfaat tinggi dan risiko rendah. 

Sebaliknya, jika keadaan suasana hati dalam kondisi tidak baik, seseorang cenderung melihat aktivitas tersebut kurang bermanfaat dan berisiko tinggi. 

Dampak ditimbulkan dari affect heuristic

Apa itu Affect Heuristic?

Dalam penggunaannya, fenomena ini memiliki kelebihan dan kekurangan. Hal ini memungkinan seseorang untuk membuat keputusan secara singkat dan seringkali keputusan yang diambil cukup akurat. 

Studi tahun 1978 oleh Fischhoff et. al berperan penting dalam studi tentang affect heuristic. Para peneliti menemukan bahwa penilaian manfaat dan risiko berkorelasi negatif—semakin besar manfaat dirasakan semakin rendah risiko dirasakan. 

Namun di lain sisi, semakin berisiko sebuah perilaku terlihat, semakin sedikit manfaat dirasakan. 

Sebagai contoh, meminum alkohol dan merokok dipandang memiliki risiko tinggi, bermanfaat rendah. Sementara hal-hal lain seperti antibiotik dan vaksin dipandang memiliki manfaat tinggi, dan berisiko rendah. 

Cara menghindari affect heuristic

Apa itu Affect Heuristic?

Affect heuristic berpengaruh dalam pengambilan keputusan, baik keputusan besar maupun kecil. Hal yang bisa dilakukan untuk menghindari pengambilan keputusan buruk, yaitu dengan menyadari bahwasanya affect heuristic itu ada. 

Dengan menyadari dan memahami bahwa emosi dapat mempengaruhi pengambilan keputusan, dapat membuat seseorang berpikir lebih jernih dan mampu membuat keputusan lebih objektif. 

Sebuah studi rilisan scientific reports menghasilkan dengan berbicara kepada diri sendiri sebagai pihak ketiga, dapat menjadi sebuah bentuk pengendalian diri. Hal ini dapat menjadi strategi pencegah pengambilan keputusan buruk, karena membantu seseorang tetap tenang ketika dihadapkan situasi serupa. 


Ingin tahu informasi tentang Pop Culture dan Lifestyle lainnya? Cek terus Yunoya Media dan like fanpage Facebook Yunoya Media di sini, ya!


Audy

Kolom Komentar

error: Maaf ya
Choose A Format
Story
Formatted Text with Embeds and Visuals