Merasakan amarah di beberapa kondisi itu merupakan hal wajar. Meskipun perasaan marah sering dianggap negatif, namun dengan mengeluarkan amarah memiliki manfaat bagus bagi tubuh.

Salah satu manfaat ada marah adalah menggerakkan seseorang untuk bertindak ketika ada hal-hal perlu diubah di dalam hidup.

Menahan amarah bukanlah suatu hal baik. Banyak orang mencoba untuk menahan amarahnya namun berakhir ‘meledak’, yang mana malah menyebabkan lebih banyak masalah. 

Anger management atau jika diartikan menjadi mengelola amarah, memiliki beberapa manfaat. Pertama, untuk menghilangkan amarah tidak diperlukan, dan untuk mengekspresikan kemarahan diperlukan dengan cara yang ‘sehat’. 

Anger management menggunakan berbagai macam teknik untuk membantu seseorang mengatasi pikiran, perasaan, dan perilaku mereka dengan cara lebih sehat dan produkti untuk melepas kemarahan. 

Alasan untuk mengelola amarah

Apa itu Anger Management?

Banyak orang mengkategorikan kemarahan sebagai emosi negatif, di saat rasa marah sebenarnya bisa menjadi energi positif. Perasaan marah bisa mendorong seseorang untuk melakukan sebuah perubahan. 

Namun, ketika amarah itu dibiarkan, perasaan marah bisa mengarah pada perilaku agresif, seperti membentak seseorang atau merusak barang di sekitarnya. 

Perasaan marah juga dapat menyebabkan seseorang menarik diri dari dunia dan memendam amarah itu sendiri, yang mana dapat memengaruhi kesehatan dan kesejahteraan dalam diri. 

Amarah bisa menjadi sebuah masalah ketika itu terlalu sering dilakukan atau terlalu intens, dan mengekspresikannya dengan cara tidak sehat. Ketika seseorang mengekspresikan amarahnya dengan cara tidak sehat, hal itu memberikan dampak merugikan baik secara psikis, mental, dan sosial.

Karena hal itu, strategi-strategi untuk mengelola amarah diperlukan dan bisa bermanfaat untuk membantu seseorang mencari tau cara ‘sehat’ untuk mengekspresikan perasaannya. 

Strategi-strategi dari anger management

Apa itu Anger Management?

Sebuah studi rilisan journal of Child and Adolescent Psychopharmacology secara konsisten menunjukkan bahwa intervensi dari perilaku kognitif (Cognitive Behavioral Therapy) efektif untuk meningkatkan anger management.  

Intervensi ditimbulkan melibatkan perubahan cara seseorang dalam, berpikir dan berperilaku. Intervensi ini didasarkan pada gagasan bahwa pikiran, perasaan, dan perilaku semuanya terhubung satu sama lain. 

Selain itu, perilaku juga dapat memicu kemarahan atau mungkin meredakannya. Jika seseorang ingin mengalihkan emosi amarah, salah satu cara bisa dilakukan yaitu dengan mencari sesuatu yang mendistraksi pikiran dan perilaku. 

Tanpa pemantik, perasaan amarah dalam diri perlahan-lahan akan mulai berkurang dan diri menjadi lebih tenang. 

Berikut ini beberapa strategi dari anger management untuk meredakan stres.

  • Eliminasi beberapa pemantik dari rasa amarah

Merupakan hal penting untuk fokus ke hal-hal yang dapat memantik amarah, contohnya:

  1. Di saat menemukan diri sering meluapkan amarah ketika di dalam mobil dan dalam kondisi terburu-buru akan tetapi macet memperlambat laju. Untuk meredakan atau mengurangi frekuensi marah, hal bisa dilakukan yaitu bersiap-siap lebih awal agar terhindar dari macet. 
  2. Setel lagu-lagu kesukaan untuk merelaksasikan tubuh atau gunakan teknik manajemen stres untuk menenangkan diri. 
  3. Jika mendapati teman sebagai pemicu amarah, perlu ditelaah lebih dalam apa penyebab rasa amarah ini muncul, batasi interaksi.

Setelah menyadari hal-hal pemantik amarah, hal berikutnya yang bisa dilakukan adalah dengan mengurangi frekuensi dari pemantik amarah tersebut.

  • Kembangkan keahlian berkomunikasi secara efektif

Sebagian rasa amarah cenderung ditujukan kepada orang lain. Keterampilan komunikasi secara efektif dan teknik penyelesaian konflik dapat membantu dalam dua cara: 

  1. Membantu seseorang untuk mengkomunikasikan batasan kepada orang lain sehingga sebagai individu cenderung tidak merasa frustasi dan marah di dalam hubungan tersebut. 
  2. Membantu dengan cara yang tidak memprovokasi orang lain. 

 

  • Peduli dengan diri sendiri

Peduli dengan kondisi diri sendiri menjadi salah satu cara dalam mengelola amarah.

Ketika tubuh berada di bawah banyak tekanan, hal itu bisa menjadi pemicu bagi seseorang untuk mudah marah di kehidupan sehari-hari. 

Misalnya, orang kurang tidur sering kali mengomel, hal ini berlaku bagi orang yang kelaparan. 

Beberapa hal bisa dilakukan dalam memperhatikan dan peduli pada diri sendiri, yaitu:

  1. Memiliki kualitas tidur baik
  2. Makan-makanan sehat
  3. Memiliki waktu luang untuk melakukan hobi
  4. Mengejar kreativitas
  5. Memiliki hubungan yang sehat

 

  • Menggunakan teknik-teknik penghilang stres

Beberapa teknik bisa digunakan saat sedang stres:

  1. Latihan pernapasan: melakukan beberapa tarikan napas dalam-dalam dapat menenangkan respons stres dan memungkinkan diri merasa lebih terkendali di hampir semua situasi.
  2. Relaksasi otot progresif: teknik ini menawarkan beberapa cara cepat untuk meredakan stres bila dilakukan secara teratur.
  3. Restrukturisasi kognitif: teknik ini dapat membantu seseorang mengubah beberapa pikiran negatif penyebab stres dan kemarahan.

Selain beberapa teknik di atas, teknik lain bisa digunakan yaitu dengan melakukan meditasi. Selain memiliki efek mengurangi perasaan stres, dengan melakukan meditasi dapat membuat tubuh menjadi lebih rileks. 

  • Mencari bantuan dari orang lain

Meskipun marah membuat orang menjauh, ekspresi marah bisa menjadi tanda bagi seseorang membutuhkan bantuan orang lain. 

Jika mendapat diri menjadi lebih sering marah daripada seharusnya, mungkin itu menjadi pertanda bahwa tubuh sedang membutuhkan lebih banyak bantuan dan dukungan dari orang lain. 

Inti dari semua strategi ini adalah, untuk mengurangi kemungkinan pemicu stres untuk membantu mengendalikan perasaan marah. 


Ingin tahu informasi tentang Pop Culture dan Lifestyle lainnya? Cek terus Yunoya Media dan like fanpage Facebook Yunoya Media di sini, ya!


Audy

Kolom Komentar

error: Maaf ya
Choose A Format
Story
Formatted Text with Embeds and Visuals