Komik Jagad Raya: Cita Rasa Lokal Intergalaktik yang Menarik!

Jagad Raya merupakan komik berlandaskan cerita rakyat dibaluti pesona masa depan yang semakin ciamik ketika tahu Ruang Angkasa adalah arenanya!


Hanya sedikit komik lokal yang memakai konsep antariksa semacam ini. Walaupun demikian, fomula ini sudah sejak lama digunakan. Tapi ada satu yaitu komik Jagad Raya.

Semuanya menarik, tapi tidak segila Jagad Raya dalam mengusung konsep pada komik ini. Sekeren apa sih komik yang akan kita bahas ini?

Yuk baca di bawah ini.

Jagad Raya sejatinya proyek ambisius beberapa tahun ke belakang yang digagas para kreatornya sebelum awal kemunculan bagian pendahuluannya tahun lalu.

Jagad Raya sejatinya belumlah menyelesaikan satu buku pun. Senantiasa masih awal pengenalan kepada khalayak ramai. Tapi memang harus kita akui stories dan characterizations-nya amat menjanjikan.

Kerangka ceritanya memakai pondasi dari cerita rakyat Nusantara. Sebuah cerita daerah masa kecil yang pastinya pernah menemani malam kalian menjelang tidur.Itu semua bisa kalian lihat dari nama karakter sentralnya bernama Tarub. Sosok yang cukup kita kenal dalam legenda Jaka Tarub, cerita cinta seorang pemuda yang berurusan dengan seorang Bidadari akibat ulahnya sendiri mencuri selendang kepunyaan sang putri khayangan. Tarub di sini seorang remaja ramah, cerdik tapi tidak mencuri selendang tentunya.

Ada lagi Kancil sebagai figuran karakter Tarub. Gemanya sebagai tokoh hewan yang bisa bicara menambah semangat kami menanti kelanjutan dari karakter menggemaskan satu ini. Kancil di sini tentulah secerdik dirinya dalam cerita masyarakat, identitas yang tak mungkin ditinggalkan begitu saja.Pemilihan latar waktu di masa depan bisa dikatakan keputusan cemerlang untuk menjadikannya latar dari cerita di komik Jagad Raya. Ibarat kolaborasi antara Star Wars dan Lord of The Rings. Tentu itu menarik.

Adanya beberapa karakter cerita rakyat lain dan bangunan yang memiliki gaya arsitektur khas suatu wilayah menebalkan rasa tradisional walau setting-nya terjadi di masa depan. Salah satu improvisasi yang patut diapresiasi. Jagad Raya sangat mampu bersaing dengan segmennya tersendiri yang tentu tidak akan mudah walaupun antariksa adalah menu utama yang ditawarkan Shani Budi dkk

Tapi tetap saja apa yang yang kita lihat merupakan resep gurih yang tidak elok jika kita biarkan begitu saja. Pada dasarnya konsep seperti ini harusnya bisa mengundang banyak atensi pembaca yang tenggelam akan hausnya rasa keingin tahuan untuk membaca komik dengan genre serupa.

Mengapa? Karena Jagad Raya berada dikelas yang sama, sebuah kelas yang pernah menumbangkan komik dengan genre serupa. Kita dulunya punya Space Guardian. Komik ini mulanya menjadi acuan komik bertema luar angkasa yang melangit tapi tetap membumi (Menurut pandangan pribadi gue).

Tapi sayangnya Space Guardian tidak mampu berbicara banyak walau dikursi kepenulisan diisi oleh sosok seperti Jaka Ady. Tetap saja Space Guardian tidak mampu menaklukan ego pembaca yang kala itu masih dibutakn oleh standarisasi komik Barat. Otomatis banyak judul komik produksi label lokal lainnya perlahan meredup.

Dan itu kenangan buruk. Gue jamin untuk saat ini Jagad Raya berada di momen yang tepat apalagi asimilasi budaya dan sains cukup menyakinkan.

Lalu komik ini untuk siapa sih? Well, semua umur! Karena menurut gue pribadi jikalau Jagad Raya diadaptasi ke dalam bentuk animasi. Tetap akan asik untuk orang dewasa. Demikian pula untuk anak-anak, hingga detik ini gue belum menemukan kata atau bahasa yang sulit dimengerti. Semuanya asik.

Komiknya bisa kalian baca secara gratis untuk chapter prelude dengan mengeklik di sini. Kabar baik buat kita semua, bagaimana menurutmu? Apa kamu suka dengan ulasan kami? Berikan pendapat dan bagikan artikel ini, ya!


Ingin tahu informasi tentang Pop Culture dan Lifestyle lainnya? Cek terus Yunoya Media dan like fanpage Facebook Yunoya Media di sini, ya!


Iqbal Pradana

Kolom Komentar

error: Maaf ya
Choose A Format
Story
Formatted Text with Embeds and Visuals