Jika kita membahas film jagoan, tak etis jika kita melewatkan Garuda Supehero untuk obrolan mengenai film dengan genre sejenis. Garuda Supehero mulanya sebuah fenomena spektakuler bersamaan dengan tingginya special effect kala itu.

Lalu apa kenapa sih Garuda Supehero pantas mendapatkan apresiasi dari seluruh pelaku film jagoan di Indonesia? Hanya di Yunoya Media.

Garuda Superhero adalah film jagoan yang disutradarai oleh X-Jo dan dibintangi banyak nama hebat seperti Agus Dwi Kuncoro, Rizal Alaydrus dan Slamet Rahadjo selaku antagonis. Film yang satu ini mulanya mengemban sebuah misi mulia bagi perfilman pahlawan super Indonesia. Mereka pede merilis trailernya beberapa bulan sebelum filmnya rilis. Nyaris penuh dengan CGI (Computer Generated-Imagery). Tanpa ampun menghiasi filmnya walau bisa kita lihat hasilnya tak ubah sebuah badan yang ditempel ke animasi.

Seperti dugaan, film ini menuai banyak cibiran dari masyarakat. Ada yang mempermasalahkan efek komputer yang sangat kasar, jalan cerita yang terlalu tergesa-gesa, bahkan sampai penilaian tentang terlalu hambarnya kemasan cerita yang disajikan. Ceritanya sama seperti jagoan lain dalam mencari jati dirinya tapi bahan yang dipakai masih terkesan itu-itu saja.

Tentu gue sepakat dengan mereka, tapi tidak sama sekali menjadikan film ini aib yang harus dibasmi sampai ke akar. Garuda Supehero bagi gue pribadi merupakan pematik istimewa untuk film-film serupa. Keberanian mereka tentulah patut diacungi jempol walau pada akhirnya mereka tak mampu mendapatkan atensi positif yang diharapkan.

Terlebih cara-cara Garuda Superhero memperkenalkan jagoannya tak ada bedanya saat kita melihat pertama kali Bruce Wayne mendeklarasikan dirinya sebagai The Dark Knight yang kita kenal. Memang saat pertama kali melihat, kita sesungguhnya tahu bahwa Garuda Superhero merupakan salinan kasar dari Batman. Tapi tetap, gue ngga akan mengecap mereka sebagai plagiat karena gue yakin Garuda Superhero masih memiliki warnanya tersendiri.

Garuda Superhero harusnya patut kita apresiasi lebih jauh dari yang kita tahu. Keberanian X-Jo mengambil proyek ini dengan tampilan ala kadarnya, membuat film ini begitu melegenda. Jangan berbohong jika kita tidak belajar dari film yang satu ini.

Manakala suatu saat film ini di-remake, gue akan sangat yakin mereka akan sangat sempurna karena percobaan pertama. Bisa dibayangkan jika tak ada Garuda Superhero, apa jadinya film-film jagoan kita saat ini? Prosesnya bisa kita lihat dari film Valentine garapan Skylar Pictures yang sedikitnya masih terlihat kasar tapi itupun cukup memuaskan.

Lalu ada Gundala dan Wiro Sableng yang bukan lagi ranah kita untuk menghujat usaha para filmaker bangsa ini dalam memberikan karya terbaiknya.

Cibiran dan hinaan sesungguhnya bukanlah cara kita memahami kualitas film ini. Terlebih jika kamu membandingkan dana film ini dengan film-film sekelas Hollywood, tentulah kamu menjadi orang paling jahat se-dunia. Dan dengan sepenuh hati gue akan sangat senang mengucapkan, Terima kasih Garuda Supehero.

Itu tadi ulasan singkat kami. Apakah kamu setuju dengan pilihan kami? Berikan komentarmu!


Ingin tahu informasi tentang Pop Culture dan Lifestyle lainnya? Cek terus Yunoya Media dan like fanpage Facebook Yunoya Media di sini, ya!


Iqbal Pradana

Kolom Komentar

error: Maaf ya
Choose A Format
Story
Formatted Text with Embeds and Visuals