Sekolah Menengah Atas menjadi panggung subur bagi banyak kreator untuk bekreasi. Latar ini lazim dan cenderung mainstream tapi tak pernah membosankan. Mungkin ini masih yang dipikirkan Adi Kelana selaku author komik Beaten Beating dalam membangun latarnya.

Beaten Beating barang kali menjadi penyegaran bagi kamu pecinta drama aksi anak sekolah. Selain daripada Berandal Love Comedy yang luar biasa itu, Beaten Beating juga mempunyai estetika sejenis namun tetap memiliki cita rasa tersendiri.

Inilah rangkuman Yunoya Media untuk Beateng Beating yang bisa kamu baca di webtoon. Simak sekarang!

Beaten Beating mungkin judul yang cukup menjual untuk jenis komik sejenis. Gue selaku penulis ulasan ini gencar mencari komik dengan kualitas seperti ini untuk dinikmati keindahannya. Alih-alih membaca komik yang telah terkenal, ada baiknya gue mengapresiasi komik seperti Beaten Beating.

Komik ini memiliki permulaan cerita yang menggebrak tapi tidak terlalu mengagetkan dikarenakan hal semacam ini lumrah untuk menunjukan superioritas dari karakter antagonis. Permulaan seperti ini masih sangat gue nikmati karena cenderung tidak pernah mengecewakan. Kita mempunyai karakter utama bernama Han Jaka yang keras namun lembek pada wanita. Perawakannya seperti anak SMA kebanyakan namun dengan gaya rambut berwarna mencolong dari kebanyakan karakter di komik ini.

Hal yang pertama gue analisa dari gaya pengarangan Adi Kelana ini adalah bagaimana caranya memperkuat personal masing-masing karakter tanpa mau berlama-lama menunjukan intisari konflik. Hal ini rentan mendatangkan kejutan yang pasti disukai pembaca. Sangat pintar!

Untuk pewarnaannya sendiri gue memberikan banyak jempol kepada siapapun yang ada di belakang Beaten Beating ini, meski gue menduga semuanya dikerjankan sendiri oleh Adi.

Konfliknya mengindikasikan beberapa poin menarik seperti kasus nepotisme dan bullying yang akan menjadi dosa abadi umat manusia. Han Jaka kokoh dalam mempertahankan idealismenya, pun dengan catatan didukung oleh beberapa pihak di dalamnya. Gue terasa dibawa ke dalam dunia yang solid ini dengan tidak sedikit mengiyakan beberapa dialog yang terkesan visioner untuk situasi tertentu. Apalagi saat Han Jaka memupus idealisme-nya memukul wanita yang barangkali akan kita lakukan juga jika terdesak atau bahkan dihakimi.

Jalan ceritanya seperti kata gue tadi, cepat tanpa banyak basa basi disertai intrik yang patut kita simak. Penokohan karakter figuran seperti Mariono dibuat seculun mungkin, sesekali gue tertegun melihatnya seperti diri gue di masa lalu.

Beberapa bagian cukup sentimental dengan pengaruh konflik keluarga berkepentingan yang membuat gue terpukau.Untuk antagonis, ini yang sering kita lihat tapi jarang kita dapatkan secara utuh. Eksistensi jahat seorang villain tidak sepenuhnya ditampilkan garang di sini.

Protagonis mengambil banyak momen itu yang membuatnya terlihat lebih seram ketimbang antagonis itu sendiri. Visualnya memanjakan mata untuk beberapa panel sempit yang dimaksimalkan dengan sangat baik. Akan sangat disayangkan jika komik ini berhenti pada saat-saat menjanjikan seperti ini. Layak untuk ditunggu!

Itu dia tadi ulasan singkat untuk komik potensial berikutnya, Beateng Beating. Komiknya bisa kalian baca di sini untuk mendukung si kreator lebih giat lagi.

Apakah kamu setuju dengan ulasan kami? Berikan pendapatmu dan bagikan, ya!


Ingin tahu informasi tentang Pop Culture dan Lifestyle lainnya? Cek terus Yunoya Media dan like fanpage Facebook Yunoya Media di sini, ya!


Iqbal Pradana

Kolom Komentar

error: Maaf ya
Choose A Format
Story
Formatted Text with Embeds and Visuals