Saat lelah, pikiran tanpa disadari terus mengulang beberapa kejadian secara acak, entah itu kejadian di masa lalu, masa sekarang, maupun masa akan datang. Namun, ketika sedang lelah, hal yang terpikirkan merupakan masalah-masalah berkaitan, jadi kamu harus mejernihkan pikiran.

Dalam ilmu psikologis, kejadian ini disebut sebagai ruminasi. Dari lama verywell mind, ruminasi merupakan sebuah kondisi ketika otak tanpa sadar memutar berbagai macam informasi secara terus-menerus sehingga dapat menyebabkan kecemasan akan masa sekarang.

Ibaratkan sedang memilah-milah informasi, selama pencarian itu akan ada beberapa memori tidak penting muncul, dan membuat seseorang menjadi bingung karena halnya. Rasa cemas ditimbulkan memancing bentuk respons stres dan merenggut kebahagiaan saat ini.

Akibatnya, bentuk respons ini mengarah ke sebuah kondisi tidak sehat penyebab sejumlah masalah fisik, mental, dan emosional.

Ketika seseorang tidak bisa menghindari semua pemicu stres, hal ini akan menjadi penyebab kesedihan berkepanjangan. Dengan menjernihkan pikiran saat merasa stres dapat membantu membersihkan tumpukan pikiran di dalam otak, sehingga semuanya menjadi sedikit lebih ‘tertata’.

Cara-cara untuk menjernihkan pikiran

  • Mengekspresikan perasaan gundah dengan menulis

Saat pikiran penuh dengan perasaan-perasaan menyesakkan penyebab stres, bukan hal mudah untuk memilah informasi penyebab stres. Salah satu cara untuk mengalihkan pikiran negatif yaitu dengan menuangkan perasaan gundah pada selembar kertas.

Dari laman Healthline, dengan menulis jurnal membuat seseorang lebih mudah untuk mengeksplorasi penyebab stres. Selain itu, dari menulis jurnal memungkinkan seseorang untuk mempelajari topik-topik yang mengganggu pikiran.

Rilisan studi oleh APA PsycNet menyebutkan bahwa menulis jurnal dapat membantu mengurangi pikiran mengganggu serta kekacauan mental lainnya. Sebagai hasilnya, menulis dapat meningkat kapasitas memori kerja, serta meningkatkan fungsi kognitif dan berpotensi menghilangkan rasa stress di saat bersamaan.

  • Mencari kesibukkan

Pada dasarnya, pikiran hanya bisa benar-benar fokus pada satu dalam satu waktu. Mencari kesibukkan dapat menjad distraksi sementara dan mengalihkan pikiran untuk menjadi lebih fokus.

Berjalan santai, membaca buku, melakukan hobi, serta beberapa kegiatan sederhana lainnya menjadi cara efektif untuk membawa perasaan positif dalam kehidupan, serta memberikan jeda bagi tubuh dan pikiran dari perasaan stres dan khawatir.

  • Mempraktekkan mindfulness

Dalam tulisan Mindful, Mindfulness merupakan kemampuan dasar manusia untuk sepenuhnya bisa fokus pada masa sekarang, tanpa memberikan respons reaktif berlebihan atau perasaan lelah terhadap kejadian di sekitar.

Mindfulness mengajarkan seseorang untuk hanya pada fokus kepada satu hal di depan mata, tanpa mencoba memikirkan hal lain penyebab fokus menjadi terbagi.

Selain dapat meningkatkan fokus, mindfulness memiliki beberapa manfaat lain seperti mengurangi stress, meningkatkan performa, mendapatkan wawasan baru dengan mengeksplorasi pikiran sendiri, dan meningkatkan perhatian tentang kesejahteraan orang lain.

  • Tidur

Tidur menjadi pilihan paling umum dilakukan pada saat merasa lelah secara psikis. Akan tetapi, mendapatkan tidur yang cukup serta kualitas tidur baik juga dapat menjadi perlindungan terhadap kelelahan mental dan tekanan emosional.

Rilisan Studi dari National Library of Medicine mengenai dampak kognitif akibat kekurangan tidur, dapat menyebabkan gangguan kemampuan untuk memecahkan masalah atau keputusan. Selain itu, kekurangan tidur memiliki dampak sulit untuk mengingat informasi penting atau mengatur emosi.

  • Bicarakan hal itu kepada seseorang

Membicarakan hal-hal mengganggu dalam pikiran serta mengekspresikan perasaan dapat membantu seseorang mengurangi ketegangan yang sedang dirasakan.

Selain itu, mendiskusikan masalah dengan orang lain dapat membantu seseorang untuk menceritakan dan melihat permasalahan tersebut secara logis dan tentu menjernihkan pikiran.

Hal itu dikarenakan seseorang akan mencoba untuk menjelaskan hal tersebut dengan cara yang bisa dipahami oleh orang lain.

Referensi: https://www.psychologytoday.com/us || https://www.verywellmind.com/


Ingin tahu informasi tentang Pop Culture dan Lifestyle lainnya? Cek terus Yunoya Media dan like fanpage Facebook Yunoya Media di sini, ya!


Audy

Kolom Komentar

error: Maaf ya
Choose A Format
Story
Formatted Text with Embeds and Visuals