Cantik, perkasa dan berjiwa besar. Mungkin kesan inilah yang melekat pada kaum perempuan Amazon termasuk Wonder Woman. Namun di balik itu, siapa sangka mereka ternyata punya kisah masa lalu yang kelam. Dan saking kelamnya, kisah ini sampai batal ditampilkan di film pertama Wonder Woman (2017).

Fakta mengejutkan ini sendiri terungkap saat Connie Nielsen menjalani sebuah wawancara. Nielsen adalah pemeran Hippolyta, yang tak lain ibunya Wonder Woman dan ratu bangsa Amazon.

Dalam wawancara tersebut, Nielsen menekankan sutradara Patty Jenkins berusaha sekeras mungkin agar film ini dibuat sesuai visinya. Dan saat ditanya bagaimana visi Jenkins tentang bangsa Amazon, barulah nenek mengungkapkan fakta yang sangat kelam ini.

Jadi menurut ide awal, bangsa Amazon dikisahkan mengalami trauma hebat akibat peristiwa memilukan yang berbau kekerasan seksual massal. Begitu mengetahui ide gila ini, Jenkins langsung menolak keras karena ia tak mau bangsa Amazon dipandang sebagai korban. Jenkins akhirnya berusaha memastikan bangsa Amazon dikisahkan sebagai pahlawan.

Bicara soal reaksinya terhadap ide awal ini, Nielsen juga keberatan karena hal itu menimbulkan ironi yang terlalu pahit dan besar. Karena bagaimana mungkin, kaum perempuan Amazon yang terkenal kuat dan pemberani bisa menjadi korban kekerasan seksual massal.

Seperti yang kita ketahui, bangsa Amazon hidup damai di pulau Themiscyra yang tersembunyi dari dunia manusia. Tak hanya itu, di pulau yang indah ini juga tak ada satupun pria, dan hanya dihuni bangsa Amazon itu sendiri.

Meski kehidupan mereka aman dan tentram, bangsa Amazon diketahui selalu melatih setiap anggotanya untuk jadi prajurit hebat. Latihan inilah yang menempa jiwa dan fisik Diana, hingga ia menjelma jadi Wonder Woman.

Sekarang saya mau menanggapi ide awal kisah masa lalu bangsa Amazon yang harus diakui sangat liar. Jika tadinya mereka dikisahkan pernah jadi korban kekerasan seksual massal, maka itu sangat menjelaskan kenapa bangsa Amazon ogah hidup dengan pria di Themiscyra.

Sayangnya, tak disebutkan apakah pelaku kejahatan luar biasa ini dewa (mengingat bangsa Amazon berasal dari mitologi Yunani) atau manusia. Namun jika berkaca pada fisik bangsa Amazon yang sangat kuat dan tangguh, kemungkinan besar yang mampu menyerang mereka secara massal adalah dewa.

Lebih dari itu, saya juga setuju ide ini memang seharusnya tak perlu diwujudkan dalam filmnya. Karena jika direalisasikan, hal ini bisa mengubah pandangan kita pada bangsa Amazon secara drastis. Bahkan bagi sebagian orang, ide ini akan merusak imej bangsa Amazon yang bersih dan murni.

Disamping itu, ide ini juga membuat karakter mereka dianggap sebelah mata, biarpun bangsa Amazon terkenal hebat dalam bertarung.

Wonder Woman sendiri baru merilis sekuel Wonder Woman 1984 pada akhir 2020. Meski film ini tak sebagus yang pertama, Warner Bros. tetap merestui pembuatan Wonder Woman 3 dan satu film spin-off yang berfokus pada bangsa Amazon. Hingga kini belum diketahui jadwal rilis dari dua film terbaru berbasis semesta Wonder Woman.

Sumber: Collider

Ingin tahu informasi tentang Pop Culture dan Lifestyle lainnya? Cek terus Yunoya Media dan like fanpage Facebook Yunoya Media di sini, ya!


Nova

Penyuka karakter antihero, dunia futuristik dan musik Taylor Swift.

Kolom Komentar

error: Maaf ya
Choose A Format
Story
Formatted Text with Embeds and Visuals