Jaka Mekanik adalah bacaan komik gue berikutnya di Webtoon Kanvas. Untuk yang satu ini adalah salah satu penemuan besar selama gue menjelajahi Webtoon Kanvas.

Lalu bagaimana Jaka Mekanik? Apakah menjanjikan? Berikut ulasan dari Yunoya Media!

Alih-alih bergenre komik anak-anak, Jaka Mekanik karya Zoe Iskander memaksakan gaya gambarnya ke arah lebih serius. Penggunaan cerita yang tak biasa di Jaka Mekanik mengindikasikan kecintaannya pada fantasi budaya yang teramat tinggi.

Untuk awalan gue menyukai ceritanya dengan tidak banyak memakai dialog berat dan panel yang sangat simpel jadi mudah untuk diikuti. Karakter-karakter figuran dibuat sehidup mungkin melalui penggunaan bahasa dan sistem pemerintahan pada zaman itu. Sekadar info, Jaka Mekanik berlatar Indonesia pada zaman kolonial Belanda, yaitu Hindia Belanda.

Tentulah penindasan merupakan hal biasa. Dan kasus ini diimprovisasi oleh Zoe dengan sangat cerdik. Ketimbang mengikuti akurasi sejarah dan pemaparan cerita dari catatan sejarah yang ada, Jaka Mekanik menyuguhkan pengambaran zaman dengan sangat imajinatif, ini penting karena sejarah tak hanya menjadi referensi, tapi bisa lebih dari itu.

Seperti contoh robot-robot yang kala itu sudah eksis bahkan cenderung lumrah. Masuknya unsur robotik turut memperkaya imajinasi gue saat membacanya. Ketidakpercayaan otak gue saat mengetahui bahwa karakter kita, Jaka, masih berumur 15 tahun. Dan dia genius! Justru bagi gue pribadi walaupun masih terkesan anak-anak, porsi dialognya cukup berat bisa membuat pusing kepala anak kecil. Walaupun memang gambarnya sangat bersahabat untuk anak kecil pada umumnya.

Jaka Mekanik menyajikan alur yang enak untuk diikuti. Lompatan waktu untuk menandai latar waktunya bisa gue katakan merupakan langkah yang tepat. Kisah cintanya pun tak boleh dilewatkan.

Ya, kita mengetahui pada zaman dulu menikah di bawah usia 20 tahun merupakan hal lumrah dengan banyak alasan di dalamnya, jadi hal ini tak boleh kita normalisasi untuk masa kini. Ingat, ini fiksi. Tapi terlepas dari pada itu. Gue menyukai ikatan yang dibangun oleh Jaka dan Aishah dalam memadu kasih. Bak cinta monyet, gue sangat bahagia melihat keduanya saling bertukar dialog, ditambah beberapa kali pernyataan cinta yang amat manis.

Jaka Mekanik bukan hanya komik drama aksi. Lebih dari pada itu, gue mendapatkan banyak kejutan dari pada sekadar “mesin-mesinan”. Gue berani menebak, Zoe tentulah tidak akan meninggalkan jati diri bangsa dengan menghapuskan kekuatan magi dalam komiknya. Beberapa kali gue membaca kembali komik ini karena kekaguman gue pada ceritanya. Tokoh seorang Kiai benar-benar menjadi membedah dengan komik lainnya. Figur relijius ditempatkan pada posisi yang bagus. Sungguh, kalian harus membacanya!

Komiknya bisa kalian baca di Webtoon Kanvas secara gratis!

Jadi apakah kamu setuju dengan ulasan kami? Berikan komentarmu dan bagikan, ya!


Ingin tahu informasi tentang Pop Culture dan Lifestyle lainnya? Cek terus Yunoya Media dan like fanpage Facebook Yunoya Media di sini, ya!


Iqbal Pradana

Kolom Komentar

error: Maaf ya
Choose A Format
Story
Formatted Text with Embeds and Visuals