Siapa yang tak suka komik bertema dunia lain di sini? Tunggu, bukan dunia hantu. Tapi dunia yang diisi entitas selain manusia. Jika iya, barangkali komik Red Angel akan menjadi bacaan yang menarik.

Lalu bagaimana reaksi kami saat membaca komik ini? Inilah ulasan Yunoya Media.

Red Angel mungkin adalah komik lokal yang kamu cari. Tema mistik dengan balutan cerita mencekam turut serta memperkaya isi di dalamnya. Bagi gue pribadi, gaya gambar Faris Hariyanto selaku kreator sangat memanjakan mata. Bukan hal yang mudah gue temui sejauh ini. Begitu khas!

Panel perpanel benar-benar membuat gue takjub. Tak banyak warna yang disajikan di sini. Tapi usahanya untuk memperdalam maksud intisari cerita di dalamnya harus diapresiasi setinggi mungkin. Menurut gue Faris paham bagaimana mencapai klimaks bacaan dengan hanya bermodalkan dua warna dasar. Hitam dan putih.

Sekilas gue teringat film Transformers saat membaca komik ini. Alih-alih bingung karna dialog setiap panelnya. Gue justru terkesima dalamnya tata bahasa yang dipakai. Tak langsung menusuk ke poin, tapi sedikit menari-nari supaya kita sudi mengikuti halaman berikutnya. Ini cerdas sih.

Pengambaran sebuah kisah masa lampau untuk menjelaskan dasar dari cerita baik itu antagonis maupun latar di dalamnya sungguh imajinatif. Gue berulang kali membacanya seraya mengagumi isi dari kelanjutan dialognya yang indah ini. Walau pada akhirnya gue sedikit gagal paham tentang dunia dalam Red Angel yang mungkin akan dijelaskan pada bagian berikutnya. Tapi tentu saja dari awal hingga bagian akhir gue sangat bersemangat akibat dari fantasi yang asik.

Red Angel sendiri mendapatkan ujung cerita yang baik di bagian akhir komik ini. Seperti yang gue katakan di atas, haruslah berulang kali atau pelan-pelan membaca dialog setiap panelnya untuk mengetahui maksud dan tujuan dari sang karakter di dalamnya.

Untuk aksi sangat perlu gue tekankan, porsi di dalamnya tidaklah banyak namun dialog dan kisah dari latar belakang yang dibuat sangatlah epik. Gue masih menerka bagaimana kelanjutan para tokoh yang ada. Rivalitas terlihat jelas tapi minim informasi, tapi itu semua terbantu dengan gambar yang cukup mewakilkan. Terkesan seperti komik bisu namun penuh drama kerajaan yang sangat gue sukai.

komik red angel

Jika kalian mempermasalahkan siapa protagonis dan siapa antagonisnya, gue rasa kalian harus menunggu lebih lama lagi untuk mendapatkan solusi dari pertanyaan tersebut. Sebab pada akhirnya kita harus akui, Faris memang tak mau terburu-buru membongkar semua cerita. Tentu saja karena dia mengharapkan hasil yang maksimal.

Komik Red Angel masih tersedia di Webtoon Kanvas. Hal ini menurut gue adalah permulaan yang bagus, hanya saja komik ini terlalu superior baik dari ilustrasi maupun ceritanya. Apalagi jika kelak akan dibuatkan versi cetaknya, gue dengan senang hati membeli satu untuk memuaskan rasa penasaran gue dan mencari tahu bagaimana isi kepala Faris dalam meramu komik ini.

Komik ini bisa kalian baca secara gratis di Webtoon.

Bagaimana? Apakah kamu setuju dengan ulasan kami? Berikan komentarmu dan bagikan ya!


Ingin tahu informasi tentang Pop Culture dan Lifestyle lainnya? Cek terus Yunoya Media dan like fanpage Facebook Yunoya Media di sini, ya!


Iqbal Pradana

Kolom Komentar

error: Maaf ya
Choose A Format
Story
Formatted Text with Embeds and Visuals