Setelah sempat menjadi misteri, asal-usul kapak Kong di Godzilla vs. Kong akhirnya terungkap sudah. Adalah penulis skrip Max Borenstein yang membeberkan rahasia tentang bagaimana kapak raksasa Kong bisa dibuat.

Sebagai permulaan, Borenstein mengungkapkan para primata dari kaum Kong sebenarnya adalah peradaban yang telah berevolusi, layaknya spesies primata di dunia nyata. Karena latar belakang mereka yang demikian, kaum Kong terbiasa menggunakan alat-alat sederhana dalam kehidupannya, termasuk kapak yang diperlihatkan di film.

Nah, yang mengagetkan, ternyata alat ini dibuat kaum Kong dari tulang punggung monster sebangsa Godzilla. Dan sebenarnya, Borenstein mengakui ada banyak alat lain yang mirip dengan kapak ini.

Namun diantara semuanya, kapak di film itulah yang dinilai paling pas buat mewakili keperkasaan Kong. Apalagi Borenstein mengibaratkan kapak Kong seperti tongkat lambang kekuasaan raja. Dan kita semua tahu, Kong adalah Titan terkuat setelah Godzilla, sehingga kapak ini tentu membuat karakternya makin sangar.

Penjelasan Borenstein tentang asal-usul kapak di Godzilla vs. Kong akhirnya melahirkan dua kesimpulan. Pertama, Godzilla dan Kong masing-masing adalah keturunan monster raksasa yang hidup sejak dahulu kala.

Untuk Kong, ini sebenarnya bukan hal baru karena keberadaan keluarga atau nenek moyang Kong telah diisyaratkan sejak film Kong: Skull Island. Lain halnya dengan Godzilla yang baru kali ini disinggung tentang keluarga atau nenek moyangnya.

Kini dengan terungkapnya asal-usul kapak Kong di Godzilla vs. Kong, relief yang menggambarkan perseteruan abadi antara leluhur kedua Titan jadi terasa masuk akal.

Kesimpulan lainnya, Kong di MonsterVerse adalah versi King Kong yang paling pintar karena bisa menggunakan dan memahami kemampuan senjatanya. Belum lagi sekarang Kong juga bisa berbahasa isyarat dan berpikir layaknya primata cerdas di trilogi Planet of the Apes. Alhasil, mungkin tak berlebihan jika Borenstein menyebut kaum Kong adalah peradaban yang telah berevolusi layaknya primata.

godzilla vs kong kapak

Di filmnya sendiri, Kong tak bisa berbuat banyak saat pertama kali melawan Godzilla dengan tangan kosong. Sampai akhirnya, Kong mampu memberikan perlawanan sengit setelah menggunakan kapak yang ia temukan di Hollow Earth.

Karena bisa menyerap energi nuklir dari Atomic Breath Godzilla, kapak ini pun jadi alat menyerang sekaligus bertahan yang efektif. Dan Kong bisa memaksimalkan potensi kapaknya karena ia monster yang bisa berpikir dan belajar, bukan monster yang hanya bisa mengamuk dan membawa kerusakan.

Sementara itu, Godzilla vs. Kong berhasil meraih respon positif baik dari kritikus maupun penonton. Dan menariknya, meski dunia bioskop belum sepenuhnya pulih dari dampak pandemi COVID-19, film keempat MonsterVerse tetap bisa tampil moncer secara finansial.

Hingga detik berita ini ditulis, total pendapatan Godzilla vs. Kong sudah hampir menembus 300 juta Dollar Amerika, dan angka itu melampaui prediksi para analis box office. Dengan kesuksesan ini, akankah Legendary mengabulkan permintaan penggemar untuk melanjutkan MonsterVerse dan membuat film baru? Kita tunggu saja, guys.

Sumber: Collider

Ingin tahu informasi tentang Pop Culture dan Lifestyle lainnya? Cek terus Yunoya Media dan like fanpage Facebook Yunoya Media di sini, ya!


Nova

Penyuka karakter antihero, dunia futuristik dan musik Taylor Swift.

Kolom Komentar

error: Maaf ya
Choose A Format
Story
Formatted Text with Embeds and Visuals