Kehadiran komik Sanctuary agaknya mengembangkan pendekatan yang berbeda. Tapi dari dasar ceritanya yang kompleks, haruslah kita menghargai karya dari Day One Studio ini.

Bagaimana komiknya dapat memberi nafas segar? Apakah akan semenarik kelihatannya? Ulasannya hanya di Yunoya Media.

Komik Sanctuary merupakan karya lain dari Day On Studio. Komik yang baik cerita maupun gambarnya ini dikerjakan oleh Nadhifa Dwiardiyani. Komiknya mengusung tema kekacauan planet Bumi. Namun tidak begitu kacau seperti yang kalian kira.

Awalan komik ini seperti komik Day One Studio pada umumnya. Menceritakan hal yang belum dimengerti pembaca untuk mencapai puncak penasaran sehingga dengan sudi mereka menunggu ke bagian berikutnya. Sanctuary bermain pada skala terbaiknya sebagai komik paling segar untuk ranah yang mereka tempuh.

Entah apa yang ada di benak Day One Studio, walau pun dialognya terlihat dewasa, dapat dilihat dari penggunaan katanya. Nyatanya balon mereka terkesan sangat panjang dan kadang kala menghalangi nyari setengah dari bagian utama komik.

Gue memahami Nadhifa membutuhkan banyak ruang untuk menceritakan awalan terbaik, tapi sayangnya hal ini justru membuat pengalaman membaca gue terganggu. Padahal sangat gue sukai adalah gaya gambar Nadhifa sangat halus, rapi dan menjanjikan. Sejatinya komik dengan gaya seperti inilah yang gue cari.

Kita masuk ke dalam cerita. Day sebagai karakter sentral kita belum mempunyai ambisi yang menggebu. Sangat bagus karena untuk beberapa alasan, karakter utama harus demikian. Mirip seperti masa pencarian jati diri. Bagian penggenalan karakter lainnya sudah pas tanpa banyak tuntutan.

Komik ini bermuara di kolam yang sama seperti X-Men. Berani gue katakan itu karena terjadinya penggelompokan manusia berdasarkan kemampuan mereka.

Meski awalnya gue mengira ini mirip Boku No Hero Academia. Tapi ya, tentu saja tidak ada yang orisinil lagi dalam berkarya. Cerita tetap bisa berkembang asal ada perubahan yang dilakukan agar terlihat berbeda.

Bagian terbaik dalam komik ini tentu panel pertarungannya yang dinamis serta masif. Rupa monster di sini sangat imajinatif, diluar dari apa yang gue bayangkan.

Hanya saja terlalu cepatnya tempo membuat gue pesimis karena bagian terbaik harus lepas begitu saja. Komik ini mempunyai ketegangan yang berbeda-beda di tiap halamannya. Sekali lagi bahasa di Sanctuary harusnya diberikan catatan kaki atau penjelasan singkat mengenainya.

Sanctuary boleh jadi merupakan komik Day One Studio yang mempunyai konsep paling kokoh. Bukan berarti karya mereka yang lain buruk. Tapi tidak sebaik Sanctuary dalam menyampaikan gagasan di hamparan kisah fiksi yang menantang.

Komiknya bisa kalian baca di Webtoon dan sangat gue rekomendasikan untuk dibaca di waktu luang. Itu dia ulasan kami untuk Sanctuary. Apakah kamu setuju dengan ulasan kami? Berikan komentarmu dan bagikan, ya!


Ingin tahu informasi tentang Pop Culture dan Lifestyle lainnya? Cek terus Yunoya Media dan like fanpage Facebook Yunoya Media di sini, ya!


Iqbal Pradana

Kolom Komentar

error: Maaf ya
Choose A Format
Story
Formatted Text with Embeds and Visuals