Komik silat mendapatkan perhatian lebih sejak Si Buta Dari Goa Hantu karangan Ganesh TH meledak di pasaran. Lalu sejak itu genre silat menjadi komoditas menggiurkan yang mempunyai banyak peminat. Seperti itulah nampaknya jalur yang akan diikuti oleh komik Misteri Kutang Berdarah.

Bagaimana ulasan kami mengenai komik Misteri Kutang Berdarah ini? Simak di bawah ini, ya!

Misteri Kutang Berdarah merupakan karya dari duet maut antara Tanfidz T dan Ragha Sukma, yang keduanya juga merupakan teman satu kantor di Bumilangit Comics.

Misteri Kutang Berdarah dibawah naungan label yang bernama Padepokan Kembang Kelape ini merupakan komik silat dengan instensitas kekerasan yang teramat brutal. Nampaknya jalur ini tengah diikuti banyak komikus di Indonesia.

Misteri Kutang Berdarah mungkin bukanlah tajuk yang mengerikan. Bayangan horor tentu menjadi pertemuan pertama yang terlintas dalam benak kita. Tapi sayang seribu sayang, polesan Tanfidz pada cerita di dalamnya berhasil menipu prasangka kita semua dengan alur cerita yang mampu membuat nafas naik turun.

Hal itu terjadi akibat dari komposisi komedi yang berlarut tanpa harus membuat kita berpikir dua kali untuk mengerti letak kelucuannya. Sungguh, membaca komik ini tidaklah cukup untuk sekali saja. Butuh satu kali untuk menikmati lawakannya, lalu satu kali lagi untuk menikmati aksinya yang memukau.

Beberapa bagian akan membuat kalian ngilu jika kalian memiliki daya imajinasi yang tinggi. Tebasan, pukulan dan hentakan menyelimuti panelnya tanpa ampun. Kesan brutal semakin kejam nan biadab menjelang akhir ceritanya. Tapi tentu saja tetap dibarengi dengan dialog kocak yang bikin sakit perut.

Karakter Gape ibarat kata merupakan gabungan antar Bruce Wayne dan Wiro Sableng, tapi penuh teka-teki dan terkesan masih sangat labil bagaimana dia bertindak.

Bahasa yang digunakan sangatlah mudah dipahami, aksen Betawi khas menjadi pilihan utama di dalamnya. Memang beberapa kata terdengar asing di telinga gue tapi tidak menyurutkan semangat gue mengikuti setiap percakapannya.

Konflik tetap terjaga dengan baik dengan eskalasi yang pas. Pengayaan gambar dari Ragha Sukma menambah kesan berarti pada setiap panel komiknya. Banyak yang mempermasalahkan pemilihan hitam putih, alih-alih menggunakan warna untuk mendapatkan pengalaman membaca yang lebih asik.

Padahal tanpa warna pun gue sudah mendapatkan kengerian itu sejak konflik pertama dimulai. Malah tingkat kebrutalannya akan meningkat jika perwarnaan hadir di dalamnya dan tentu tidak cocok untuk beberapa orang.

Sedih rasanya jika komik ini terhenti dengan akhir yang mengantung tapi juga menjadi jawaban kenapa judul komik ini bernama Misteri Kutang Berdarah. Gue harap Padepokan Kembang Kelape akan tetap berlanjut hingga volume berikutnya.

Komiknya bisa kalian baca di Karyakarsa secara gratis. Dan itulah ulasan gue untuk Misteri Kutang Berdarah. Apakah kamu setuju dengan ulasan kami? Berikan komentarmu dan bagikan, ya!


Ingin tahu informasi tentang Pop Culture dan Lifestyle lainnya? Cek terus Yunoya Media dan like fanpage Facebook Yunoya Media di sini, ya!


Iqbal Pradana

Kolom Komentar

error: Maaf ya
Choose A Format
Story
Formatted Text with Embeds and Visuals