Beberapa waktu belakangan nama Final Fantasy VII kembali menyeruak. Proyek Episodik kelanjutan dari cerita FFVII Remake akhirnya diumumkan lewat judul Final Fantasy VII Intergrade  yang kali ini juga akan digarap untuk platform PlayStation 5.

Tak hanya itu saja, beberapa game eksklusif Mobile juga dipersiapkan yakni versi port dari FFVII dengan tajuk ever crisis yang akan rilis tahun depan dan game lain bertema battle royale ala PUBG, yaitu Final Fantasy: The First Soldier.

Final Fantasy VII Sebagai Nostalgia dan Kenangan Lama

Yup, Final Fantasy, terutama Final Fantasy VII adalah game yang sudah jadi bagian dari kehidupan saya, atau bahkan sebagian anak-anak 90an yang besar di era PlayStation 1. Masa-masa yang penuh kenangan dimana game ini meledak di pasaran berbarengan dengan konsolnya sendiri.

Kita bisa melihat betapa boomingnya PlayStation generasi pertama, konsol  yang berhasil merevolusi dan memimpin laju perlombaan industri teknologi hiburan, terutama video game. Sudah bukan rahasia perusahaan juga, kalo Final Fantasy VII menjadi game yang menghantarkan Square enix (Squaresoft) ke puncak keemasan dan membuat mereka menjadi produsen Game spesialis RPG jepang yang paling produktif di masa itu.

Game ini juga lho yang bisa membuat saya akhirnya fasih berbahasa inggris dan membukukan nilai raport yang membuat orang tua gak menyesal nyekolahin dan beliin saya mainan, hehehe.

Teringat lelah, momen- momen bertempur dengan musuh, melodi musik yang menemani kita sepanjang permainan,  capek-capek leveling up hanya demi mengalahkan Boss dan melanjutkan cerita yang makin bikin tegang hingga akhirnya berhasil tamat dan memberi kepuasan tersendiri.

Kenangan-kenangan kejayaan masa lalu  tersebut rupanya ingin diwujudkan kembali oleh Square Enix ( dulu Squaresoft) yang kemudian terealisasi menjadi sebuah Remake yang benar-benar  berbeda.

Keresahan yang Dirasakan

Awalnya sih, saya sangat sangsi mengingat kiprah Square Enix yang sejak beberapa masa setelah lengsernya PlayStation 2 , mulai mengalami degradasi baik dari kultur perusahaan maupun kinerja nya yang kerap menuai kritik di kalangan penggemar.

Puncak dari tendensi tersebut adalah Final Fantasy XV yang sudah dianggap melenceng jauh dari citra Final Fantasy yang selama ini dikenal dengan keunikan aspeknya dan menjadi  pakem standar sebuah RPG jepang. Final Fantasy XV  yang nampak Medioker ini, menjadi kenangan kurang mengenakkan sekaligus menambah  rekor buruk performa Square Enix akibat kegagalanya memikat fans lama dan hanya bagus dari segi grafisnya saja.

Ditambah serangkaian kabar kabar tak sedap yang menghiasi publisher Game ternama ini selama satu dekade, jadi wajar dong kalo saya was-was  ketika  Final fantasy vii akan mendapatkan Remake. Namun, semua bentuk ketakutan dan kecemasan saya, akhirnya sirna ketika Game ini resmi muncul di permukaan. Sekali lagi, Square berhasil membuat sebuah improvement yang patut diacungi jempol.

Mekanisme permainan yang  sudah berevolusi dari turn based rpg menjadi semi action command rpg, progress cerita yang lebih padat  meskipun sudah menjadi linear dan, yang terpenting urusan grafis dan sound design yang menyesuaikan perkembangan jaman, meskipun jujur, untuk urusan soundtracknya, saya lebih memilih versi PlayStation 1 yang lebih memorable dan sudah mondar mandir di telinga saya sejak usia Sekolah dasar.

Cerita Final Fantasy VII

Berlatar di dunia  yang bersetting kota modern bernama Midgar dan mengisahkan tentang perjalanan Cloud Strife, seorang prajurit bayaran yang membantu grup pemberontak Avalanche untuk melakukan sabotase terhadap Reaktor ciptaan perusahaan raksasa, Shin-Ra yang disinyalir menjadi biang kerok kerusakan lingkungan.

Lewat mega proyek energi Makonya, mereka merusak dan melakukan eksploitasi besar besaran  demi sebuah keuntungan tanpa perdul akan kelangsungan kehidupan di planet Gaia (bumi).

Pada awalnya upaya mereka membuahkan hasil, meskipun tak lama kemudian akhirnya Shin-Ra berhasil mengendus keberadaan mereka dan memporak-porandakan markas tempat  kelompok Avalache dan Cloud bersembunyi  dimana, sebagian besar penduduk yang juga tinggal di daerah tersebut, yaitu Sector Slum ( sektor khusus orang kumuh dan orang buangan bawah tanah) turut menjadi korban.

Masalah tidak selesai sampai disitu, karena Colud dan kawan- kawanyajuga menghadapi ancaman yang tak kalah mengerikan, yaitu, kebangkitan Sephiroth si manusia setengah dewa yang dangan kekuatan kebencianya pada manusia, ingin menghancurkan seisi dunia dengan men-Summon Meteor ke Gaia.

Seiring cerita berlangsung,  akan ada momen-momen yang menguak siapa jati diri cloud, masa lalu beberapa tokoh seperti  Barret Wallace, Tifa Lockhart , Aerith Gainsborough, presiden Shin-RA, hingga Sephiroth.

Sephiroth adalah perwujudan paling sempurna dari seluruh villain Final Fantasy yang pernah ada. Pesonanya benar – benar sukses memikat hati para penggemar.

Aspek cerita dan pesan moral di game ini benar- benar sukses menggambarkan keresahan saya akan kondisi dunia yang diambang kehancuran, keserakahan manusia , konspirasi ,isu kerusakan lingkungan dimana hal tersbut juga kita alami di dunia nyata akhir akhir ini.

Game ini juga berhasil menggambarkan kesenjangan dan kebecian  sosialdimana di mana si kaya yang hidup di Midgar dan Pejabat shin-Ra  dengan segala konflik kepentinganya seakan acuh terhadap kondisi sesamanya di Sector Slum dan kondisi planet yang kian mengkhawatirkan, sehingga menimbulkan gerakan ekstrim seperti Avalanche yang lahir dari aspirasi yang tak didengar dan ketidakpuasan masyarakat.

Sebelum saya akhiri segala curahan saya tentang final fantasy vii, ada baiknya saya kasih beberapa  basa basi apabila kalian yang veteran baik pemain baru ingin memainkan gamenya. Versi orginal maupun Remakenya sejujurnya buat saya pribadi memiliki keunikan masing-masing.

Jika anda tidak keberatan dengan grafik polygon ala kadarnya bak lego namun mengejar gameplay turn based yang menantang dan jalan cerita yang non linear, versi original bisa jadi pilihan untuk dimainkan terlebih dahulu. Namun bila anda adalah pemuja grafis tingkat tinggi dan ingin merasakan sensasi yang baru , Remake adalah pilihanyang bisa saya rekomendasikan. Selamat bermain.


Ingin tahu informasi tentang Pop Culture dan Lifestyle lainnya? Cek terus Yunoya Media dan like fanpage Facebook Yunoya Media di sini, ya!


Julianto

Kolom Komentar

error: Maaf ya
Choose A Format
Story
Formatted Text with Embeds and Visuals