Akhirnya setelah sekian lama saya kembali dapat bergembira dengan kabar terbaru dari game besutan Gamecom Indonesia bergenre Fighting Beat em up yang bertemakan pertarungan antar geng ala Bully dengan sentuhan unsur lokal tentunya: Parakacuk.

Walaupun tanggal rilisnya juga masih sangat jauh karena mengalami penundaan yakni sekitar 2022 mendatang, game ini sudah menampilkan begitu banyak Impresi di masa-masa demo awalnya.

Ceritanya sendiri akan terfokus pada karakter siswa SMA 69 dari kota Jancuk bernama Budi yang harus berhadapan dengan siswa bermasalah lainnya dalam perang antar geng sekolahan yang akan mengingatkan kita pada film Crows series  serta game bully maupun kenka banchou  atau yakuza.

Selain itu beberapa hal sudah saya rangkum khusus untuk pembaca setia Yunoya Media, berikut ini adalah 3 ulasan singkat tentang Parakacuk yang wajib kamu tahu :

1.Grafik Gameplay dan Sound Design

Layaknya Dreadout, kita akan mengendalikan karakter dari sudut pandang orang ketiga, sayangnya jangkauan kamera yang terlalu kecil agak menyulitkan pemain untuk melihat musuh ketika bertarung.

Karena ini masih sekedar game Demo wajar saja kalau kualitas grafisnya secara jujur buat saya masih banyak jaggy dengan detail yang masih ala kadarnya.

Untuk masalah Gameplay terlihat dari demonya kalau pengembang mengutamakan unsur Fighting fast paced ala Devil May Cry atau Spider-Man yang tergolong cepat dan penuh aksi, sayangnya ada beberapa masalah cukup krusial yang menjadikan intensitas gameplay game ini berkurang di antaranya:

  • AI musuh yang kurang cerdas karena mereka hanya memukul saat kita melancarkan serangan tidak ada inisiatif untuk memulai perkelahian sehingga tantangan permainan menjadi kurang greget meskipun begitu ada sebuah opsi menarik dimana kita dapat menggunakan senjata mulai dari Sapu hingga Gear sepeda motor. Varian karakternya sejauh ini  juga masih terasa monoton membuat sensasi permainan terasa membosankan karena lawannya itu – itu saja.

  • Dimensi Area yang terdapat di game ini juga tergolong kecil sehingga seringkali menyulitkan kita untuk melancarkan Combo. indikator Health Bar musuh sekali lagi mengingatkan saya pada Devil May Cry, namun sayangnya antar mukanya sendiri masih tergolong kurang Smooth dan masih banyak Delay yang menganggu keasyikan bermain.

  • Sound Design baik dialog antar tokoh maupun musik masih terasa tidak sreg dan transisinya juga terasa dipaksakan. Perlu diperhatikan bahwa  sejauh ini dialog percakapan antar karakternya masih berbahasa Inggris yang agak kaku

2. Player Feedback Issue Hingga Penundaan

Sejauh ini sudah ada beberapa berita yang santer terdengar mengenai pengembangan gamenya, khususnya dalam hal internal perusahaan. Saking begitu banyaknya kritik nyang mengiringi perilisan demo gamenya, akhirnya pihak Gamecom sendiri memutuskan untuk menunda perilisan.

Yang aslinya akan Dirilis 29 Oktober mendatang hingga akhirnya diperpanjang sampai tahun depan. Pengembang merasa masih banyak hal baik dari segi teknis maupun mekanis yang harus diperbaiki dan tentunya akan menjadi pekerjaan rumah bagi sang developer indie tersebut.

3. Harapan ke Depan untuk Parakacuk

Terlepas dari segala permasalahan yang ada, penundaan yang diputuskan oleh pihak developer patut diapresiasi karena harapan  yang begitu besar akan game ini.

Ini berarti Gamecom juga peka dan mengerti dengan baik feedback dari para pemain dan sangat berdedikasi untuk memperbaiki segala aspek yang ada. Semoga kedepanya ada implementasi gameplay yang dipoles jauh lebih menarik mengingat begitu besarnya potensi Parakacuk yang sebenarnya bisa digali jauh lebih baik lagi.

Harapan saya pribadi untuk game ini cuma satu, yaitu game lokal bisa lebih dilirik dan dapat bersaing dengan produk luar negeri seperti Dreadout yang sukses meramu Genre Horror dengan sangat baik hingga mendapat apresiasi dari Gamer Mancanegara.

Semoga game ini dapat melanjutkan kiprah dan prestasinya di kemudian hari dan nama Indonesia dapat berkibar di kancah industri gaming internasional, jadi yuk saatnya kita dukung perkembangan Industri Game Tanah Air mulai saat ini.


Ingin tahu informasi tentang Pop Culture dan Lifestyle lainnya? Cek terus Yunoya Media dan like fanpage Facebook Yunoya Media di sini, ya!


Julianto

Kolom Komentar

error: Maaf ya
Choose A Format
Story
Formatted Text with Embeds and Visuals