Berhenti main Mobile Legends pastinya adalah sesuatu hal yang pernah dipikirkan oleh beberapa pemain game MOBA yang sangat populer ini.

Tentunya jika kamu sempat berpikir untuk berhenti main Mobile Legends, maka tenang saja kamu tidak sendirian karena banyak juga yang berpikir begitu.

Meskipun game MOBA buatan Moonton ini sangat seru apalagi kalau dimainkan bersama, tapi ini 5 alasan kamu harus berhenti main Mobile Legends sekarang.

1. Pemain Toxic Selalu Ada

Role Hero Mobile Legends
Xborg Fighter; Source Google

Kalau kamu biasa bermain game online maka harus siap-siap juga berinteraksi dengan pemain dari seluruh dunia yang terhubung lewat internet, dan namanya internet maka hampir semua orang bisa berpendapat.

Dalam kasus game online, banyak pemain toxic yang seperti namanya yaitu “beracun” dan bisa menyakitimu dengan gaya bermainnya atau yang paling umum sih dengan ucapannya yang kasar dan tidak disaring terlebih dahulu.

Pemain kasar seperti ini hampir selalu ada di Mobile Legends, bahkan pemain toxic menjadi “ciri khas” dari game ini yang membuat banyak orang berpikir untuk berhenti bermain.

2. Bug dan Cheat yang Di Kondisi Tertentu Masih Ada

Semua game tak terkecuali bisa mengalami bug atau terjadi kesalahan dalam sistem sehingga proses bermain jadi terganggu, tak terkecuali Mobile Legends.

Namun bug juga bisa dimanfaatkan oleh beberapa pihak tertentu karena bug ini biasanya spesifik ke hero-hero tertentu. Moonton memang biasanya gesit dalam menanggapi bug namun tetap saja menyebalkan.

Belum lagi masih ada beberapa orang yang menggunakan cheat di dalam game dan jelas itu sangat merugikan kamu sebagai pemain jujur, bukan?

3. Sistem Laporan  yang Tak Selalu Efektif

Tentunya ketika bertemu dengan pemain toxic atau mungkin menemukan bug dan cheat yang terjadi maka kamu harus melaporkannya. Sudah ada fitur lapor setelah pertandingan selesai.

Di situasi tertentu Moonton akan menindak lanjuti perbuatan pemain lain yang kamu laporkan, tapi kebanyakan mereka tidak dihukum apapun meskipun mungkin toxic-nya sudah sangat parah dan membuatmu terganggu.

Dalam kasus yang pernah saya alami, laporan saya (selain pemain yang memang statusnya AFK) itu  baru dua kali ditindak lanjut dari mungkin ratusan laporan yang saya buat, yaitu ketika ada pemain toxic yang berkata kasar sampai menghubungi saya via pesan dan ketika saya menemukan pemain dengan cheat hack map yang terang-terangan menggunakan cheat.

4. Sistem Matchmaking yang Kadang Masih Berat Sebelah

Saat ini Moonton sudah mengembangkan fitur yang membuat sistem matchmaking atau menemukan tim dan pertandingan jadi lebih adil, namun di situasi tertentu penyakit lama Mobile Legends ini masih suka muncul.

Kalau main Classic atau mungkin Brawl, kamu bisa secara “ajaib” bertemu dengan pemain yang rank-nya jauh di atas atau di bawahmu.

Contohnya screenshot di atas yang mana rank-nya sangat jomplang antara para pemain. Tentunya ini mempengaruhi proses permainan, apalagi kalau kamu kena ini berkali-kali.

5. Game ini Seru, Tapi Juga Bisa Bikin Emosi

Kalau kamu tanya saya, Mobile Legends adalah game yang sangat seru yang bisa dimainkan bersama teman atau siapapun, karena siapa sih yang tak kenal Mobile Legends?

Masalahnya seru kalau bermain bersama teman, ketika kamu main solo hampir pasti hasilnya adalah emosi. Mulai dari mendapatkan teman tim yang kurang oke (poin 4), bertemu teman atau lawan toxic (poin 1), atau menemukan bug dan cheat (poin 2).

Karena itu rata-rata pemain jadi lebih emosional di dalam game ini, mungkin itu juga yang membuat pemain-pemain toxic berjamur di sini.

Jadi dengan berbagai alasan tersebut, kamu jadi berhenti main Mobile Legends? Atau justru malah jadi semakin setia nih?

Perlu kamu ingat kalau game itu harusnya membuat fun dan seru ya, bukan membuat stres. Namun kalau kamu masih fun dan seru bermain Mobile Legends, maka kamu lanjutkan bermain juga tidak masalah, kok! Have fun, ya.


Ingin tahu informasi tentang Pop Culture dan Lifestyle lainnya? Cek terus Yunoya Media dan like fanpage Facebook Yunoya Media di sini, ya!


Raiga

Gouf itu bukan Zaku

Kolom Komentar

error: Maaf ya
Choose A Format
Story
Formatted Text with Embeds and Visuals